Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) amran Sulaiman merespons kritik warganet terkait perbandingan harga beras Indonesia dan Jepang.
Amran menyatakan,perbandingan tersebut bertujuan meningkatkan rasa syukur atas stabilnya harga beras di dalam negeri.
Kementerian Pertanian terus berupaya menurunkan harga beras. Operasi pasar yang gencar dilakukan telah membuahkan hasil di 13 provinsi.
“Hasilnya hari ini sudah 13 provinsi harga beras sudah turun. Kami yakin ke depan semakin turun. Karena operasi pasar kami lanjutkan terus-menerus,” ujar Amran, Minggu (25/8).
Mentan menegaskan pemerintah peduli terhadap keluhan masyarakat soal harga beras. Ia menyayangkan informasi yang dianggapnya menghasut bahwa pemerintah abai terhadap kesulitan rakyat.
“Perlu kami sampaikan bahwasanya informasi yang beredar di-framing,sengaja di-framing bahwa kami tidak peduli terhadap naiknya harga beras,” tegasnya.
Pemerintah telah bekerja keras dengan menggelar operasi pasar besar-besaran bersama Bulog di seluruh Indonesia, dengan total 1,3 juta ton beras seharga Rp12.000-Rp12.500 per kilogram.
Pemerintah juga menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras.”Yang dulunya 2023,2024 kita impor dan stoknya kecil hanya 1 juta ton lebih,sekarang stok kita 4 juta ton lebih. ini kita syukuri,” kata Amran.
Mentan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi konsumen dan petani, termasuk menindak pengusaha yang curang. ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah.
Sebelumnya, pernyataan Amran yang membandingkan harga beras Indonesia dan Jepang saat rapat dengan Komisi IV DPR RI menuai polemik.
Saat itu, Amran menyebut kenaikan harga beras bertujuan menjaga kesejahteraan petani. Pernyataan ini dikritik oleh Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto yang menilai perbandingan tersebut tidak relevan karena perbedaan pendapatan per kapita kedua negara.







