Tutup
Lifestyle

Tren Fashion 2025 Didominasi Gaya Simpel, Nyaman, dan Bermakna

3408
×

Tren Fashion 2025 Didominasi Gaya Simpel, Nyaman, dan Bermakna

Sebarkan artikel ini
Trend Fashion 2025

Industri mode global mengalami pergeseran signifikan pada 2025, seiring meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan dan ekspresi personal.

Gaya hidup cepat mendorong masyarakat memilih fashion yang ringkas dan tetap mencerminkan jati diri. Enam gaya fashion berikut muncul dominan dan menjadi acuan utama para penggemar mode di Indonesia dan dunia.

Lebih dari sekadar penampilan, tren tahun ini membawa nilai-nilai penting seperti keberlanjutan, kesederhanaan, dan kebebasan berekspresi.

1. Quiet Luxury Utamakan Elegansi Sederhana

Tren quiet luxury memprioritaskan bahan premium, potongan klasik, dan warna netral. “Gaya ini cocok untuk tampil anggun tanpa terlihat mencolok,” kata salah seorang desainer. The Row dan Lemaire menjadi pelopor pendekatan ini.

2. Techwear Fungsional untuk Aktivitas Dinamis

Techwear mengusung fitur teknologi seperti tahan air, ringan, dan multifungsi. Desainnya bernuansa futuristik namun tetap praktis. Gaya ini digemari generasi muda urban yang aktif dan adaptif terhadap perubahan cuaca.

3. Eco Chic Dukung Fashion Ramah Lingkungan

Material daur ulang dan pewarna alami menjadi bahan utama dalam gaya eco chic. Produsen lokal mulai mengikuti tren ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa peduli lingkungan bisa tetap modis,” ucap salah satu pelaku industri.

4. Y2K Dewasa dengan Sentuhan Minimalis

Gaya Y2K tampil lebih bersih dan netral pada 2025. Crop top, rok mini, dan celana cargo kini hadir dalam potongan rapi dan warna lembut. Transformasi ini menyasar penyuka tampilan sederhana.

5. Athflow Padukan Gaya Santai dan Elegan

Athflow memadukan busana olahraga dan elemen formal. Jogger satin, blazer longgar, dan slip-on premium memberi kenyamanan sekaligus kesan mewah. Gaya ini fleksibel untuk rumah, kantor, hingga kafe.

6. Fashion Genderless Hilangkan Batas Identitas

Fashion tanpa label gender makin berkembang. Siluet longgar dan warna uniseks mendominasi runway. “Kami mendukung ekspresi bebas tanpa stereotip,” ujar seorang pelaku kreatif.

Tahun ini, fashion tidak hanya soal tampil modis, melainkan juga tentang makna. Setiap gaya mencerminkan identitas serta kontribusi pada perubahan positif di dunia mode.