Tutup
Perbankan

Bapanas Soroti Penyaluran Beras SPHP Bulog Lambat, Premium Juga Langka!

271
×

Bapanas Soroti Penyaluran Beras SPHP Bulog Lambat, Premium Juga Langka!

Sebarkan artikel ini
bapanas-sebut-beras-sphp-bulog-dan-merek-premium-langka-di-alfamart-cs
Bapanas Sebut Beras SPHP Bulog dan Merek Premium Langka di Alfamart Cs

Jakarta – badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog belum optimal. penilaian ini didasarkan pada hasil pemantauan yang dilakukan pada 11-22 Agustus 2025.Bapanas menemukan beras SPHP masih sulit ditemukan di berbagai tempat penjualan.Lokasi tersebut meliputi pasar tradisional, ritel modern, kios pangan, Rumah pangan Kita (RPK), dan Koperasi Desa/Kelurahan (kopdes) Merah Putih.

“Hal ini mengindikasikan bahwa penyaluran beras SPHP masih belum optimal,” ujar Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2025, Senin (25/8).

Selain itu, Bapanas juga menemukan kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern. Saat ini, beras yang banyak dijual adalah beras fortifikasi yang harganya relatif lebih tinggi.

Meski demikian, Andriko memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Perum Bulog menyatakan stok beras saat ini mencapai 3,9 juta ton.

“Stok ini terus bergerak karena digunakan untuk kegiatan bantuan pangan dan SPHP,” kata Kadiv Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Rini Andrida.Rini menjelaskan, penyaluran beras SPHP terus berjalan, namun baru terealisasi 70.519 ton atau 5,35 persen dari target penyaluran periode Juli hingga Desember 2025.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak Bulog untuk mempercepat penyaluran beras SPHP. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, melihat ada peningkatan penyaluran dibandingkan minggu sebelumnya.Realisasi penyaluran meningkat dari 38 ribu ton menjadi 70 ribu ton. “Sudah ada kemajuan dan kebersamaan kita sudah mulai terlihat, namun masih belum cukup,” kata Tomsi.

Tomsi meminta daerah dengan harga beras tinggi untuk meningkatkan operasi pasar agar SPHP sampai ke desa atau kelurahan. Ia juga meminta Bulog mencari solusi atas kendala teknis dalam distribusi beras.

Salah satu kendala adalah penggunaan aplikasi daring Klik SPHP yang belum sepenuhnya dapat diakses oleh pedagang kecil.Tomsi meminta Bulog segera mengoordinasikan petunjuk teknis ke daerah agar pedagang kecil tetap bisa dilibatkan.

Kemendagri mencatat, meskipun ada peningkatan distribusi, harga beras di sejumlah wilayah masih mengalami kenaikan. “Minggu lalu 193 kabupaten dan kota, minggu ini menjadi 200 kabupaten dan kota,” kata tomsi.

Ia menegaskan upaya harus terus ditingkatkan agar target 7.000 ton per hari dapat tercapai.