Tutup
News

Pekerja Siaga PHK: 70% Sudah Antisipasi, Gen Z Paling Cemas

207
×

Pekerja Siaga PHK: 70% Sudah Antisipasi, Gen Z Paling Cemas

Sebarkan artikel ini
survei-sebut-70-persen-pekerja-sudah-siap-hadapi-phk
Survei Sebut 70 Persen Pekerja Sudah Siap Hadapi PHK

Jakarta – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantui pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global. Survei terbaru mengungkap, 70% pekerja telah bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan.

Survei MarketWatch Guides menunjukkan tingginya kecemasan pekerja, terutama generasi muda (Gen Z dan milenial), terhadap ancaman PHK.

Kondisi ekonomi dan perkembangan teknologi,khususnya kecerdasan buatan (AI),menjadi pemicu utama kecemasan ini. AI dianggap berpotensi menggantikan peran manusia.

Survei yang melibatkan 1.000 pekerja dewasa di AS (tidak termasuk pekerja lepas) ini mengungkap sejumlah fakta.

Sebanyak 40% pekerja meningkatkan tabungan, 32% rutin mencari lowongan baru, dan 24% sudah mengirim lamaran kerja.

Gen Z menjadi kelompok yang paling cemas, dengan 57% merasa berpotensi kehilangan pekerjaan dan 88% telah menyiapkan strategi. Sebaliknya, hanya 16% pekerja generasi baby boomer yang merasa khawatir.

Selain faktor ekonomi, 68% responden percaya AI akan meningkatkan angka pengangguran. Bahkan, 46% pekerja meyakini pekerjaan mereka berpotensi hilang akibat otomatisasi.Gen Z paling khawatir posisinya digantikan mesin (60%).

Penelitian MIT menyebutkan 23% upah pekerja terkait tugas visual berpotensi digantikan AI. Sektor ritel dan layanan sosial dinilai paling rentan,sementara pendidikan dan keuangan relatif aman.Ancaman PHK berpotensi menimbulkan krisis keuangan pribadi. Survei menunjukkan 40% pekerja hanya memiliki tabungan cukup untuk satu bulan jika terkena PHK, bahkan 24% hanya bertahan dua minggu.

Sebanyak 89% responden mengaku PHK akan berdampak buruk pada keuangan mereka, seperti berkurangnya tabungan (38%), peningkatan utang (34%), dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok (33%).

Banyak pekerja rela berkorban demi mempertahankan pekerjaan. Sebanyak 63% bersedia menerima potongan gaji, 37% siap menerima penurunan jabatan, lebih dari separuh bersedia mengambil tanggung jawab tambahan tanpa kompensasi, dan 42% rela pindah kota.

Kondisi ini menunjukkan kuatnya kecemasan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan.