Tutup
Perbankan

Dewan Pers Fasilitasi Kongres PWI di Jakarta, Akhiri Konflik!

290
×

Dewan Pers Fasilitasi Kongres PWI di Jakarta, Akhiri Konflik!

Sebarkan artikel ini
dewan-pers-sambut-kongres-persatuan-pwi,-harap-akhiri-dualisme-dan-gugatan
Dewan Pers Sambut Kongres Persatuan PWI, Harap Akhiri Dualisme dan Gugatan

Jakarta – Dewan Pers berupaya mendamaikan konflik internal yang telah berlangsung dua tahun di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).Kongres Persatuan PWI diharapkan menjadi titik akhir perpecahan.

Pernyataan resmi Dewan Pers, bernomor 02/P-DP/VIII/2025, ditandatangani Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat pada 28 Agustus 2025.

Dewan Pers menyambut baik inisiatif penyelesaian yang digagas oleh anggotanya, Dahlan Dahi dan Totok Suryanto.

Sebagai bentuk dukungan, Dewan Pers menyediakan Hall Dewan Pers sebagai sekretariat panitia Kongres Persatuan PWI.

Kongres tersebut direncanakan berlangsung pada 29-30 Agustus 2025 di Cikarang, Bekasi.

Konflik internal PWI bermula sejak Kongres di Bandung (2023) yang menetapkan Hendry bangun sebagai Ketua Umum.

Namun, KLB pada Agustus 2024 memilih Zulmansyah Sekedang, memicu dualisme kepemimpinan.

Situasi memanas hingga perebutan sekretariat PWI di Gedung Dewan Pers, yang berujung pada penutupan sementara.

Mediasi yang difasilitasi Dahlan Dahi menghasilkan kesepakatan untuk menggelar kongres persatuan.

Totok suryanto juga berperan sebagai Steering Commitee independen dalam panitia kongres.

Konflik ini berimbas pada gugatan perdata senilai Rp100,3 miliar oleh Hendry Bangun terhadap Dewan Pers dan pihak terkait.

Gugatan tersebut dipicu oleh penutupan sementara sekretariat PWI.Sidang gugatan kini memasuki tahap akhir, dengan agenda putusan pada September 2025.

Dewan Pers berharap putusan pengadilan mendukung rekonsiliasi PWI.

“Dewan Pers berharap putusan pengadilan bisa sejalan dengan semangat penyelesaian damai melalui Kongres Persatuan PWI,” ujar Komaruddin Hidayat.

Dewan Pers berharap PWI kembali bersatu dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pers nasional.