Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,27 persen ke level 7.771 pada perdagangan Jumat (29/8), di tengah maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons penurunan tajam ini dengan menyatakan fundamental pasar modal Indonesia masih kokoh.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menilai koreksi IHSG masih dalam batas yang wajar.
“Kalau terkait IHSG, yang paling kompeten untuk menyampaikan analisisnya adalah para analis,” ujarnya.
Jeffrey menambahkan, BEI melihat fundamental pasar modal indonesia masih kuat.
“Artinya,kalaupun ada koreksi yang bersifat teknikal, itu wajar. Yang penting, fundamental kita masih sangat kuat. Tetapi, sekali lagi kami ingatkan, investor harus mengambil keputusan secara rasional,” tegasnya.
Gelombang demonstrasi yang memicu kekhawatiran pasar dipicu oleh insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan.
Affan dilaporkan tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) brimob.
Aksi unjuk rasa telah berlangsung sejak Kamis (28/8) dan masih berlanjut di beberapa titik di Jakarta Pusat, termasuk Senen dan Kwitang.Demonstrasi tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga meluas ke kota-kota lain seperti Bandung, Surabaya, dan Solo.
Sejumlah aksi dilaporkan mulai diwarnai kericuhan.







