Tutup
CSRPojok

Pertamina dan KALEB Berkolaborasi: Edukasi Bahasa Isyarat, Ciptakan Sekolah Inklusif

1216
×

Pertamina dan KALEB Berkolaborasi: Edukasi Bahasa Isyarat, Ciptakan Sekolah Inklusif

Sebarkan artikel ini
pertamina-patra-niaga-sulawesi-gandeng-kaleb-edukasi-inklusif-di-sekolah:-kenal-isyarat,-dunia-lebih-dekat
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Gandeng KALEB Edukasi Inklusif di Sekolah: Kenal Isyarat, Dunia Lebih Dekat

Bitung – Ratusan siswa dan guru di Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengikuti programme edukasi bahasa isyarat yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang inklusi.

program bertajuk “KALEB GOES TO SCHOOL” ini hasil kerja sama dengan Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB).

Para peserta diajarkan dasar-dasar bahasa isyarat, mulai dari abjad hingga ekspresi sehari-hari.

Metode interaktif dan permainan edukatif seperti “Tebak Isyarat” membuat acara semakin meriah.

Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, muhammad Dody Iswanto, menekankan pentingnya bahasa isyarat sebagai simbol empati dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar dan dimengerti,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa inisiatif ini mendukung Enduring Development Goals (SDGs).

Tujuan yang didukung antara lain pendidikan berkualitas, mengurangi ketimpangan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa literasi inklusi menjadi salah satu program Pertamina untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Pertamina tak hanya menghadirkan energi bagi masyarakat, juga memperhatikan peningkatan kesejahteraannya termasuk bagi komunitas disabilitas,” jelas Fadjar.Para siswa menyambut baik kegiatan ini dan berencana membentuk klub belajar bahasa isyarat di sekolah.

Fasilitator dari komunitas Tuli merasa bangga dapat berbagi kemampuan mereka.

Kegiatan ini ditutup dengan pengenalan Komunitas KALEB, serta harapan akan lingkungan yang lebih inklusif dan penuh empati.