Tutup
News

Padang Targetkan Sanitasi Aman 2029: Libatkan Warga, Rehabilitasi IPLT

299
×

Padang Targetkan Sanitasi Aman 2029: Libatkan Warga, Rehabilitasi IPLT

Sebarkan artikel ini
partisipasi-masyarakat-jadi-kunci-sukses-pengelolaan-sanitasi-aman
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Sukses Pengelolaan Sanitasi Aman

Padang – Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan sanitasi aman hingga 24 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini menjadi prioritas nasional yang akan dicapai melalui berbagai strategi inovatif.

Salah satu strategi utama yang akan diterapkan adalah pemasaran sosial. Strategi ini melibatkan berbagai sektor untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Tujuannya adalah agar masyarakat beralih ke praktik sanitasi aman yang berkelanjutan.

“Pemasaran sosial harus menyentuh kesadaran, kepedulian, sekaligus membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan bersama,” ujar Tritiani Susanti, Implementation Support Consultant (ISC) Sanitation infrastructure and Institutional Support Program (SIIP) dari Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).Pemko Padang juga tengah menyusun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (RISPALD). RISPALD akan menjadi master plan pengelolaan limbah di kota tersebut.

Selain itu, Pemko Padang menerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk merehabilitasi Instalasi Pengolahan lumpur Tinja (IPLT) yang sudah beroperasi sejak 1994.

“Harapannya, IPLT ini bukan hanya berfungsi, tapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan berskala nasional,” kata Kepala Bidang dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Padang, Yanti.

Direktorat Sanitasi mempercayakan Padang sebagai kota percontohan sanitasi pada tahun 2024.

“Pendampingan dari pusat ini sangat membantu.hasilnya, pengelolaan air limbah domestik Kota Padang bisa kita integrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD, RPJMD, hingga Renstra OPD,” ungkap Kepala bappeda Kota Padang melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Lili Rahmaini.Strategi komunikasi akan dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial, spanduk di kelurahan, dan kegiatan di tingkat kecamatan.

Fokus awal program ini adalah daerah layanan IPLT Nanggalo, namun wilayah lain akan menjadi prioritas berikutnya secara bertahap.