Padang – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh indonesia (Apersi) menyatakan dukungan penuh terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi. Dukungan ini ditegaskan langsung oleh Direktur Operasi Pemanfaatan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP tapera).
BP Tapera tengah gencar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program FLPP di berbagai daerah, termasuk Kota Padang.
Tujuannya,memastikan rumah subsidi benar-benar dihuni dan memberikan manfaat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Kami ingin memastikan masyarakat penerima manfaat benar-benar mendapatkan rumah yang siap huni,” ujar Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera.
BP Tapera menekankan pentingnya kondisi rumah subsidi yang layak huni setelah akad kredit, termasuk ketersediaan listrik, air bersih, dan lingkungan yang tertata.
Apersi, sebagai salah satu organisasi pengembang terbesar di Indonesia, berkontribusi sekitar 30 persen dalam program rumah subsidi melalui FLPP.
Tahun ini, terdapat 42 bank penyalur FLPP 2025, termasuk bank nasional dan bank Pembangunan Daerah (BPD).
Sebelumnya, BP Tapera telah menguji coba fitur “MBR Rating” dalam aplikasi Aku Huni di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari program Monev.
Ketua DPD Apersi Sumbar, Liswendi Kamar, menyatakan dukungan pihaknya terhadap program FLPP dengan menyediakan pembangunan rumah untuk MBR.
Silaturahmi antara BP Tapera dan Apersi Sumbar juga menjadi wadah bagi pengembang untuk menyampaikan keluhan terkait perizinan, layanan perbankan, dan masalah lainnya.







