Jakarta – pemerintah menargetkan Indonesia swasembada gula konsumsi pada 2028 dan mencapai swasembada total, termasuk untuk kebutuhan industri dan bioetanol, pada tahun 2030.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan strategi khusus untuk mencapai target ambisius tersebut.Roadmap swasembada Gula Nasional telah disusun sebagai panduan utama.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya target ini dapat tercapai lebih cepat.
dukungan penuh dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran menjadi modal utama.
“Logikanya sederhana, jika petani untung, mereka akan terus menanam,” tegas Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9).
Strategi pemerintah meliputi pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Mulai dari penyediaan benih unggul, proses penanaman yang efisien, hingga hilirisasi produk.
Pemerintah juga menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk petani tebu.
KUR ini bertujuan mengatasi kendala permodalan yang sering dihadapi petani.
Akses modal dipermudah untuk kebutuhan operasional maupun investasi.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menekankan pentingnya dukungan pembiayaan.
Menurutnya, pembiayaan adalah kunci untuk mempercepat swasembada gula.
pemerintah telah menerbitkan Permenko Nomor 12 Tahun 2025.
Regulasi ini merupakan perubahan keempat atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.
Relaksasi kebijakan KUR reguler maupun KUR khusus diberikan untuk sektor pertanian, khususnya tebu rakyat.
Deputi Bidang Koordinasi pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menegaskan komitmen pemerintah.
Dukungan penuh diberikan untuk memperkuat programme kemandirian pangan.
“Sesuai amanat Presiden Prabowo dalam mencapai program prioritas kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi 8%, tentu butuh dukungan kebijakan,” kata ferry.
KUR khusus tebu menawarkan plafon kredit hingga Rp500 juta.
Bunga yang dikenakan adalah 6% efektif per tahun.
Petani dapat mengakses KUR tanpa agunan tambahan.
Offtaker bertindak sebagai penjamin, memberikan kepastian usaha bagi petani.
Direktur Pembiayaan Pertanian Purwanta menilai skema ini sangat menjanjikan.
Kementan optimis target swasembada gula dapat tercapai lebih cepat.
Pendekatan komprehensif dan sinergi antar kementerian menjadi kunci keberhasilan.







