Yogyakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta berhasil mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume angkutan barang sebesar 6% pada Agustus 2025 dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juli 2025.
Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api.
Pada Agustus 2025, Daop 6 mengangkut total 35.724 ton barang, naik dari 35.480 ton yang diangkut pada Juli 2025.
Pertumbuhan ini, menurut Manager Humas Daop 6, Feni Novida Saragih, didorong oleh meningkatnya permintaan pelanggan yang menyadari keunggulan angkutan kereta api, terutama kapasitas angkutnya yang besar.
Rincian angkutan barang pada Juli 2025 terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 29.647 ton, Barang Hantaran Paket (BHP) 388 ton, Parcel ONS (Over Night Services) 1.372 ton, dan komoditas lain-lain 4.074 ton.
Sementara itu, pada Agustus 2025, angkutan BBM mencapai 28.949 ton, BHP 431 ton, Parcel ONS 1.313 ton, dan komoditas lain-lain 5.032 ton.
Feni menekankan bahwa angkutan barang menggunakan kereta api menawarkan sejumlah keuntungan, termasuk keamanan, bebas dari praktik pungutan liar, pengelolaan oleh sumber daya manusia profesional dan tersertifikasi, efisiensi biaya logistik, pengurangan kemacetan, penurunan emisi polusi, serta meminimalkan kerusakan jalan raya akibat kendaraan berat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan mitra usaha yang terus mempercayakan layanan angkutan barang kepada KAI. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung kebutuhan logistik nasional,” ujar Feni dalam Keterangan pers yang diterima Sumbarbisnis, Jumat (12/9/2025).
KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kapasitas angkutan barang, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi berkelanjutan.







