Jakarta – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan segera menikmati peningkatan signifikan dalam infrastruktur jalan dan jembatan.
Komisi V DPR RI berhasil mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp75,047 triliun melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap pertama untuk Sumbar.
Dana ini akan digunakan untuk perbaikan dan pembangunan sejumlah ruas jalan dan jembatan vital di berbagai kabupaten/kota.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Komisi V dan mitra kerjanya.
“Alhamdulillah, program Komisi V dengan mitra kerja telah menjadi Program IJD tahap I yang diumumkan pada 27 Agustus,” ujarnya.
Beberapa proyek yang akan mendapatkan dana IJD tahap pertama antara lain:
- Pesisir Selatan: Ruas Jalan Simpang III Siluat – Silaut III (Rp29,827 triliun)
- Solok: Ruas Jalan Taratak Galundi – Alahan Panjang (Rp8,519 triliun) dan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi (Rp68,259 triliun, dengan skema multi-year contract/MYC)
- Tanah Datar: Pembangunan Jembatan Lubuk Pauh (Rp28,307 triliun, dengan skema MYC)
- Payakumbuh: Perbaikan Jalan Batas Kota Payakumbuh – Sitangkai (Rp75,047 triliun)
Selain itu, Komisi V juga mendorong penetapan program IJD tahap II yang mencakup peningkatan jalan di Kabupaten Agam, 50 Kota, Pasaman, dan pelebaran jalan di Kabupaten Solok.
Zigo menjelaskan bahwa pengusulan program IJD dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Aplikasi SiTIA, yang kemudian dinilai berdasarkan kesiapan dokumen dan kesesuaian dengan tema pembangunan.
Dukungan dari Komisi V DPR RI juga menjadi faktor penting dalam proses penilaian.
“Program ini akan sangat membantu memperlancar akses transportasi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Zigo.
Ia berharap perbaikan infrastruktur ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumbar dan memperlancar distribusi hasil pertanian.







