Jakarta – Proyek tanggul beton di Laut Cilincing, Jakarta Utara, yang menuai polemik, diklaim sebagai pemecah gelombang atau breakwater.
Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN), Widodo Setiadi, menegaskan fungsi utama proyek tersebut adalah melindungi kawasan pelabuhan dari terjangan ombak.
“Breakwater yang sudah jadi sepanjang 280 metre ini akan membuat kawasan pelabuhan aman,” ujar Widodo di Kawasan KCN Marunda, Jakarta Utara, Jumat (12/9).
Widodo menjelaskan, proyek ini bukan pembatas laut seperti yang dipersepsikan, melainkan bagian dari pembangunan pelabuhan yang merupakan hasil kerja sama pemerintah dan swasta.
Ia menambahkan, ide proyek ini justru berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso tahun 2004.
Saat itu, pemerintah berupaya menggerakkan ekonomi pasca krisis 1998 tanpa menggunakan dana negara.
“proyek ini inisiatif Pemprov DKI zaman Gubernur Sutiyoso. Tender dilakukan di era Presiden Megawati,” jelas Widodo.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, bahkan menjadi pemegang saham sebesar 26 persen melalui KBN, sehingga sangat memahami proses pembangunan ini.
Widodo juga membantah tudingan bahwa KCN sedang membangun pulau komersial. Ia menegaskan proyek ini murni untuk pelabuhan,bukan kawasan hunian.
“Kami tidak membuat pulau untuk dijual atau dijadikan perumahan. Ini pelabuhan, bukan milik kami, tapi milik pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, nelayan di Cilincing mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan sejak adanya pembangunan tanggul beton tersebut.
Ketua Kelompok Nelayan Cilincing, Danu Waluyo, menyebut pendapatan anggotanya menurun hingga 70 persen.
“Anggota kami sangat dirugikan,” kata Danu dalam konferensi pers di kawasan KCN marunda.
Danu menjelaskan, keluhan ini sudah disampaikan kepada PT KCN dengan pendampingan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.
“Kami sudah mengajukan keluhan dan mencari solusi bersama KCN dengan didampingi KPKP,” ujarnya.
Danu menegaskan, nelayan memilih jalur dialogue dan tidak berencana melakukan aksi protes.







