Tutup
EkonomiPerbankan

KCN Sebut Tanggul Beton di Cilincing untuk Memecah Gelombang Pelabuhan

282
×

KCN Sebut Tanggul Beton di Cilincing untuk Memecah Gelombang Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
sejumlah-sungai-berhulu-dari-marapi-berwarna-keabuan-dan-berbau-balerang
Sejumlah Sungai Berhulu dari Marapi Berwarna Keabuan dan Berbau Balerang

Jakarta – Proyek tanggul beton di Laut Cilincing, Jakarta Utara, yang ​menuai ‌polemik, diklaim sebagai pemecah gelombang atau breakwater.

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN), ‍Widodo ⁤Setiadi,⁣ menegaskan fungsi utama proyek tersebut adalah melindungi kawasan pelabuhan dari terjangan ombak.

“Breakwater yang sudah jadi sepanjang 280 metre ini akan membuat⁢ kawasan pelabuhan aman,” ujar Widodo di ⁣Kawasan KCN Marunda, Jakarta Utara, Jumat (12/9).

Widodo menjelaskan, proyek ⁢ini bukan pembatas laut seperti ⁢yang‍ dipersepsikan, melainkan bagian dari ⁣pembangunan⁤ pelabuhan yang merupakan hasil kerja sama pemerintah dan ‌swasta.

Ia menambahkan, ide proyek​ ini‌ justru berasal dari⁢ Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso tahun 2004.

Saat itu, pemerintah berupaya menggerakkan ekonomi ‍pasca krisis 1998 tanpa menggunakan dana negara.

“proyek ‌ini ​inisiatif Pemprov DKI zaman Gubernur Sutiyoso. Tender dilakukan ‌di era Presiden Megawati,” jelas ⁤Widodo.

Pemerintah Provinsi DKI ⁤Jakarta, lanjutnya, bahkan⁣ menjadi pemegang saham sebesar 26 persen melalui ⁤KBN, sehingga‌ sangat memahami proses pembangunan ini.

Widodo juga membantah tudingan bahwa​ KCN sedang membangun pulau komersial. Ia menegaskan proyek ini murni ‍untuk pelabuhan,bukan kawasan hunian.

“Kami tidak membuat pulau ⁢untuk dijual atau dijadikan perumahan. Ini pelabuhan, bukan milik kami, tapi milik pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, nelayan di Cilincing mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan sejak​ adanya pembangunan tanggul beton tersebut.

Ketua Kelompok Nelayan Cilincing, ‍Danu‌ Waluyo, menyebut pendapatan anggotanya menurun hingga 70 persen.

“Anggota kami sangat dirugikan,” ​kata ⁣Danu ‌dalam konferensi pers di kawasan KCN marunda.

Danu menjelaskan, keluhan ini sudah disampaikan ‍kepada PT KCN dengan pendampingan​ Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI‌ Jakarta.

“Kami ⁤sudah‌ mengajukan keluhan dan ​mencari solusi bersama KCN dengan didampingi KPKP,” ujarnya.

Danu⁣ menegaskan,⁤ nelayan memilih jalur dialogue dan‍ tidak ​berencana melakukan aksi ⁢protes.