pesisir Selatan – Polres Pesisir Selatan (Pessel) bergerak cepat menyelidiki kasus pembakaran kapal patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pantai Muaro Air Haji.
kapolres Pessel,AKBP Derry Indra,langsung menemui masyarakat Kecamatan Linggo Sari Baganti,Sabtu (13/9/2025),sehari setelah insiden pembakaran oleh oknum nelayan.
Dalam pertemuan itu, Kapolres mengapresiasi warga yang telah menyelamatkan ABK kapal patroli.
Namun, ia menyayangkan aksi pembakaran tersebut dan mengajak masyarakat untuk mengutuk tindakan anarkis itu. “Kita harus sama-sama menjaga situasi Kamtibmas,” tegasnya.
Polres Pessel berjanji akan mengedepankan pembinaan kepada masyarakat,namun penegakan hukum dan penyelidikan tetap akan dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat dan nelayan untuk bersama menjaga keamanan,” kata kapolres, seraya meminta agar masyarakat menjauhi perbuatan anarkis.
Wali Nagari Pasar Lama Muaro Air haji, Hanafi, mendukung langkah Polres Pessel dalam membina nelayan dan sepakat untuk mematuhi kearifan lokal yang telah disepakati sejak 1998.
Hanafi menyoroti tindakan kapal patroli yang mengejar kapal nelayan. “Kalau ingin mengambil alat tangkap pukat harimau, ambil saja, tidak usah mengejar seperti itu,” ujarnya.
Perwakilan pemilik bagan, Dedy Suhendra, menegaskan bahwa warga Kampung Muaro Air Haji tidak terlibat dalam pembakaran kapal dan berharap ada solusi dari pihak terkait pasca kejadian ini.







