Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Waskita Garap Proyek Budidaya Nila Salin Rp238,86 Miliar

689
×

Waskita Garap Proyek Budidaya Nila Salin Rp238,86 Miliar

Sebarkan artikel ini
waskita-karya-sepakati-konstruksi-budidaya-ikan-senilai-rp238,86-milia
Waskita Karya Sepakati Konstruksi Budidaya Ikan Senilai Rp238,86 Milia

Karawang – Waskita Karya (WSKT) garap proyek budidaya ikan nila salin senilai Rp238,86 miliar di Karawang, Jawa Barat. Kontrak proyek telah diteken.

Proyek ini bertujuan meningkatkan produksi ikan nila, baik untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun ekspor.

Pembangunan akan berlangsung di lahan bekas Tambak Inti Rakyat (TIR).

Sekretaris Perusahaan waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan proyek ini diharapkan menjadi percontohan bagi para pembudidaya, terutama di wilayah Pantura Jawa.

“Saat ini masih banyak tambak terbengkalai, sehingga perlu dimanfaatkan,” ujarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ada sekitar 78 ribu hektare tambak idle di Pantura Jawa. Pemerintah berencana merevitalisasi lahan tersebut.

Proyek ini meliputi pembangunan kolam pembesaran seluas 230 hektare dan kolam pembenihan seluas 36 hektare.

Fasilitas pendukung juga akan dibangun, termasuk 102 unit automatic feeder, enam rumah jaga tambak, 20 rumah genset, dan 16 penangkal petir.

Budidaya ikan nila diyakini memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain diminati pasar, budidaya ini juga membuka peluang produksi pakan ikan.

Ermy menambahkan, budidaya nila salin diharapkan menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Waskita Karya berinovasi dengan menggunakan geomembran sebagai dasar kolam budidaya.

Penggunaan geomembran bertujuan menciptakan lingkungan kedap air yang stabil, menjaga kualitas air, dan meminimalisir kontaminasi tanah.

“Perseroan akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pembangunan berbagai sarana dan prasarana,” pungkas Ermy.