Jakarta – Tujuh bank besar di Singapura akan menerapkan sistem perlindungan baru untuk transaksi digital mulai 15 Oktober 2025. Kebijakan ini bertujuan melindungi nasabah dari ancaman penipuan yang semakin marak.
Nasabah dari tujuh bank tersebut perlu bersiap menghadapi potensi penundaan atau bahkan penolakan transaksi sebagai bagian dari sistem perlindungan ini.
Himpunan Bank-bank Singapura (ABS) mengumumkan kebijakan tersebut. Tujuh bank yang terlibat adalah DBS, OCBC, UOB, Citibank, HSBC, Maybank, dan Standard Chartered (Stanchart).
Singapura mencatat kerugian akibat penipuan mencapai S$456,4 juta (hampir Rp6 triliun) pada semester pertama tahun ini. Hampir 20 ribu kasus penipuan telah dilaporkan.
Perlindungan ini berlaku untuk rekening giro dan tabungan (termasuk rekening bersama) dengan saldo minimal S$50 ribu (Rp642 juta). Sistem akan aktif jika bank mendeteksi potensi pengurasan dana secara cepat akibat aktivitas penipuan.
Kebijakan ini mencakup transaksi perbankan digital melalui aplikasi dan internet banking. Transaksi non-digital seperti penarikan tunai di cabang dan ATM tidak terpengaruh oleh aturan baru ini.
Sistem perlindungan akan aktif jika transaksi, ditambah penarikan dalam 24 jam terakhir, menyebabkan lebih dari 50 persen saldo rekening keluar.
Transaksi yang melampaui ambang batas 50 persen tersebut, beserta transaksi berikutnya, akan ditangguhkan selama 24 jam atau bahkan ditolak oleh sistem.
Nasabah berpotensi mengalami keterlambatan pembayaran dan transfer digital, termasuk transaksi yang sah. Masyarakat disarankan merencanakan transaksi penting untuk menghindari potensi biaya keterlambatan.
“Selain situasi pengurasan rekening cepat, bank memiliki parameter deteksi penipuan lain dan dapat menahan atau menolak transaksi berdasarkan faktor risiko lain,” kata Direktur ABS, Ong-Ang Ai Boon.
Bank-bank di Singapura telah berinvestasi dalam langkah anti-penipuan seperti pengawasan transaksi mencurigakan, jeda kognitif, dan Money Lock (fitur ‘mengunci’ sebagian dana).
“Perlindungan ini mungkin menimbulkan sedikit gesekan, dan kami mohon kesabaran pelanggan,” tegas Ong-Ang Ai Boon.







