Tutup
EkonomiNews

Kerajinan Sapu Ijuk Lunto Barat Tinggal Kenangan, Kades: Kini Hanya Tenun yang Bertahan

192
×

Kerajinan Sapu Ijuk Lunto Barat Tinggal Kenangan, Kades: Kini Hanya Tenun yang Bertahan

Sebarkan artikel ini
kerajinan-sapu-ijuk-lunto-barat-tinggal-kenangan,-kades:-kini-hanya-tenun-yang-bertahan
Kerajinan Sapu Ijuk Lunto Barat Tinggal Kenangan, Kades: Kini Hanya Tenun yang Bertahan

Sawahlunto – Industri sapu ijuk di Desa Lunto Barat, Sumatera Barat, terancam punah akibat gempuran sapu plastik. Kerajinan yang dulunya menjadi ikon desa kini hanya tinggal kenangan.

Kepala Desa Lunto Barat, Hendra, mengungkapkan bahwa kejayaan sapu ijuk pada era 1990-an tidak mampu bertahan. “Maraknya sapu berbahan plastik membuat sapu ijuk kalah bersaing,” ujarnya.

Meski demikian, Hendra mengatakan masih ada harapan. Beberapa warga tetap mempertahankan kerajinan tenun tradisional sebagai sumber penghasilan alternatif.

Selain kerajinan, Lunto Barat juga dikenal sebagai penghasil beras. Desa ini memiliki 39 hektare sawah dan mampu surplus beras, sehingga menjaga ketahanan pangan lokal.

Pemerintah desa terus berupaya memelihara saluran irigasi untuk menunjang produksi beras. Tahun ini, mereka memperbaiki irigasi sepanjang 86 metre dengan anggaran Rp83 juta.

Namun, Hendra mengeluhkan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada pembangunan desa. Ia khawatir tidak ada pembangunan fisik di desa pada tahun 2026.

“Efisiensi anggaran pusat sangat berpengaruh,” kata Hendra.

Hendra berharap pemerintah pusat memprioritaskan anggaran desa agar program “membangun Indonesia dari tepi” dapat terwujud. Ia menilai pemerintah seharusnya memberikan anggaran yang memadai, bukan justru mengurangi.

Di tengah keterbatasan anggaran, warga Lunto Barat tetap bergotong royong untuk membangun desa.”Kami tetap bergotong royong agar pekerjaan berat terasa ringan,” pungkas Hendra.