Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,57 persen atau 209,10 poin pada penutupan perdagangan Jumat (17/10/2025).Indeks berakhir di level 7.915,66.
Pelemahan IHSG dipicu oleh meningkatnya risiko global akibat ketegangan perang dagang AS-Tiongkok.Hal ini diungkapkan oleh analis Phintraco Sekuritas.
Selain itu, kebijakan government shutdown di AS dan aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi turut membebani indeks.
Pergerakan IHSG hari ini berada di antara 7.845 dan 8.141 dengan total nilai transaksi mencapai Rp28,48 triliun dan frekuensi 2,64 juta kali.
Seluruh sektor saham mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor teknologi yang merosot 5,25 persen. Sektor energi dan transportasi juga turun masing-masing 5,02 persen dan 4,18 persen.
“Minimnya sentimen positif menjadi penghalang penguatan indeks,” kata analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Rencana otoritas terkait ketentuan free float baru dan penindakan terhadap praktik penggorengan saham juga memicu aksi profit taking, menyebabkan IHSG melemah 4,14 persen sepanjang pekan ini.
Secara teknikal, negative slope MACD semakin melebar dan Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan indikasi reversal.
“IHSG telah menutup gap di 7.855, namun masih di bawah level psikologis 8.000,” imbuh analis Phintraco Sekuritas.
Di tengah keterpurukan indeks, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan.
Tiga saham yang menjadi top gainers adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 3,75 persen menjadi 26.950, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,74 persen menjadi 7.500, dan Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 2,26 persen menjadi 4.780.







