jakarta – Indonesia berambisi menjadi pusat energi regional ASEAN dengan memperkuat jaringan kelistrikan melalui program ASEAN Power Grid (APG).
Komitmen ini ditegaskan pemerintah seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) menyatakan Indonesia harus siap menjadi hub energi untuk ASEAN.
Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama interkoneksi kelistrikan dengan Malaysia.
Indonesia mengimpor listrik dari Malaysia sebesar 200 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan.
Pemerintah akan memperkuat jaringan listrik ASEAN melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Indonesia menargetkan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit (kms) dalam sepuluh tahun ke depan.
Pemerintah memproyeksikan kebutuhan investasi sekitar Rp600 triliun untuk pengembangan jaringan listrik.
Pendanaan diharapkan berasal dari pemerintah dan sektor swasta.
Dalam forum ASEAN Minister on Energy Meeting (AMEM) ke-43, Indonesia menekankan pentingnya transisi energi yang adil, teratur, dan inklusif.
Kebijakan energi harus mempertimbangkan kondisi nasional masing-masing negara,serta keseimbangan antara aspek ekonomi,lingkungan,dan ketahanan energi.
Pertemuan AMEM ke-43 menghasilkan pengesahan nota Kesepahaman tentang ASEAN Power Grid.
Langkah ini mempertegas peran Indonesia dalam kerja sama energi di ASEAN menuju ASEAN Community Vision 2045.







