Dumai – Kilang Pertamina Dumai menggencarkan program “Serumpun Paman Bahari” untuk mengatasi abrasi pantai yang mengancam masyarakat pesisir. Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini berfokus pada pengelolaan pesisir terpadu di Desa Mundam.Pertamina memasang alat pemecah ombak (APO) dari ban bekas sebagai salah satu intervensi utama.
“Abrasi pantai menjadi masalah serius,” ujar Area Manager Dialog, Relations, & CSR RU II Dumai, Agustiawan.
Selain pemasangan APO, pertamina juga memberikan pelatihan mekanik kapal kepada nelayan. Tujuannya agar nelayan dapat mandiri memperbaiki kapal dan meningkatkan pendapatan.Program TJSL yang berjalan sejak 2023 ini telah melindungi sekitar 451 meter persegi lahan dari abrasi setiap tahunnya.
empat rumah dan empat UMKM di kawasan tersebut juga ikut terlindungi berkat program ini. APO juga meningkatkan sedimentasi pesisir hingga 20 persen dan menyerap karbon dari penanaman mangrove.
Pemanfaatan limbah ban bekas juga berkontribusi pada penyerapan karbon.
Selain APO, Pertamina membangun dermaga dari limbah kayu palet.
“Biasanya nelayan harus menunggu air pasang untuk melaut, bisa sampai 4-5 jam,” kata Agustiawan.
Dengan adanya dermaga, nelayan dapat melaut kapan saja, sehingga menambah waktu untuk menangkap ikan.
Lurah Mundam, Adi Aprianto, mengapresiasi upaya Pertamina. Menurutnya, APO menjadi solusi efektif untuk menghambat abrasi.
“APO sudah berhasil membentuk sedimentasi tanah sekitar 50 sentimeter,” ungkap Adi.
Masyarakat, khususnya Kelompok Nelayan Mundam, merasakan manfaat nyata dari kehadiran Pertamina.
Vice President corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ekosistem dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.”Melalui berbagai aktivitas TJSL,Pertamina berharap dapat berkontribusi langsung ke masyarakat,” kata fadjar.
Pada tahun 2024, Pertamina menargetkan pemasangan APO sepanjang 286 meter, setelah sebelumnya memasang 90 meter.
Di Kelurahan Mundam, abrasi menggerus sekitar 7 meter garis pantai setiap tahunnya.
Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 melalui program-program yang berdampak pada Enduring Development Goals (SDGs).
Upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina.







