Tutup
InvestasiNewsTransportasi

Gubernur Ungkap Perizinan Hambat Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

213
×

Gubernur Ungkap Perizinan Hambat Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

Sebarkan artikel ini
gubernur-akui-sedikit-terlambat,-perizinan-lahan-fly-over-sitinjau-lauik-masih-tersangkut-di-kementerian-atr/bpn
Gubernur Akui Sedikit Terlambat, Perizinan Lahan Fly Over Sitinjau Lauik Masih Tersangkut di Kementerian ATR/BPN

Padang – Gubernur Sumatera Barat,Mahyeldi,bersama Deputi Infrastruktur Dasar Kemenko Infraswil,Muhammad Rachmat Kaimuddin,meninjau progres pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik pada Senin (27/10/2025).

Peninjauan ini dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan proyek strategis tersebut. Fokus utama saat ini adalah memetakan dan mengatasi kendala perizinan lahan yang masih berproses di Kementerian ATR/BPN.

Mahyeldi optimistis terkait pembebasan lahan. Ia menyebut dukungan dari masyarakat, camat, lurah, dan Wali Nagari sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, pembebasan lahan terus kita awasi,” ujarnya.

Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses perizinan. Mahyeldi berharap bantuan dari Wakil menteri ATR/BPN agar izin pemakaian lahan segera diterbitkan.

“Penuntasan perizinan lahan memang sedikit terlambat dari target. Seharusnya awal Oktober ini sudah tuntas,” kata Mahyeldi. Ia berharap koordinasi yang baik akan memperlancar pembangunan sesuai rencana.

Sementara itu, Muhammad Rachmat Kaimuddin menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan ATR/BPN, tokoh adat, dan pemerintah daerah.

“Diharapkan, perizinan lahan ini bisa segera tuntas, agar teman-teman PU bisa segera mengakses lahan yang akan dibangun,” kata Rachmat.

Fly over Sitinjau Lauik dibangun dengan total investasi Rp2,8 triliun, ditambah biaya operasional dan pemeliharaan Rp562 miliar.

Proyek ini membutuhkan lahan seluas 18,7 hektar, di mana 8,6 hektar di antaranya merupakan kawasan hutan lindung. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 2,8 kilometer, termasuk tiga jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 152 meter, 120 meter, dan 100 meter.