Tutup
EkonomiEnergiNews

Bahlil Jamin Program B50 Tidak Memicu Kelangkaan Minyak

243
×

Bahlil Jamin Program B50 Tidak Memicu Kelangkaan Minyak

Sebarkan artikel ini
bahlil-jamin-minyak-goreng-tak-akan-langka-imbas-program-b50
Bahlil Jamin Minyak Goreng Tak Akan Langka Imbas Program B50

Jakarta – Pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng aman meski programme Biodiesel 50 (B50) diterapkan. Hal ini ditegaskan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil memastikan tidak akan ada kelangkaan minyak goreng.

“Enggak ada isu itu (kelangkaan minyak goreng),” tegas Bahlil usai acara ‘Sarasehan 100 Ekonom Indonesia’ di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Program B50 sendiri menggunakan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku.

Untuk menjaga pasokan CPO, pemerintah menyiapkan tiga langkah antisipasi.

Pertama, intensifikasi lahan sawit. Kedua, membuka lahan baru. Ketiga, memangkas ekspor sawit melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

DMO mewajibkan perusahaan SDA memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor.

“kalau kita memakai B50, tinggal ekspor kita yang kita kurangi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk di dalamnya adalah DMO.Kita lihat itu sebagai salah satu alternatif,” jelasnya.

Sebagai informasi, aturan DMO tertuang dalam keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1531 Tahun 2022.

Kebutuhan CPO untuk minyak goreng mencapai 416 ribu ton per bulan atau 4,99 juta ton per tahun. Sementara, program B50 membutuhkan 5,3 juta ton CPO per tahun.

Pemerintah berencana menerapkan B50 untuk menghentikan impor solar mulai semester II-2026. B50 adalah campuran 50 persen bahan nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) ke dalam solar.