Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda berbagai sektor industri global. Ketidakpastian ekonomi memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi.
Akibatnya, banyak perusahaan menunda perekrutan dan melakukan PHK. Kondisi ini memicu kecemasan di kalangan pekerja.
Para ahli menilai, PHK bukan hanya dipicu oleh perkembangan teknologi. Keputusan perusahaan dalam mengalokasikan investasi dan menekan biaya juga menjadi faktor utama.
Berikut daftar perusahaan besar yang baru-baru ini melakukan PHK signifikan:
- Amazon
Raksasa e-commerce ini memangkas sekitar 14.000 karyawan, setara dengan 4% dari total tenaga kerja. Langkah ini diambil untuk meningkatkan investasi di AI dan mengurangi biaya di sektor lain. Karyawan yang terdampak diberi waktu 90 hari untuk mencari posisi baru di internal perusahaan.
- UPS
Perusahaan logistik ini memotong 48.000 posisi, termasuk 34.000 tenaga operasional dan 14.000 manajemen. UPS juga menutup operasi harian di 93 gedung. Pemangkasan ini setara dengan 10-12% tenaga kerja, dilakukan demi efisiensi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.
- Target
Perusahaan ritel ini menghapus sekitar 1.800 posisi korporat, sekitar 8% dari tenaga kerja korporat global. Ini merupakan bagian dari program penyederhanaan struktur organisasi.
- Nestlé
Perusahaan makanan dan minuman ini berencana mengurangi 16.000 pekerjaan secara global, sekitar 5% dari total karyawan, dalam dua tahun ke depan. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja finansial dan menutupi kenaikan biaya komoditas.
- Lufthansa Group
Grup maskapai penerbangan ini berencana memangkas 4.000 posisi hingga 2030, sekitar 4-5% tenaga kerja. Pemangkasan terutama pada peran administrasi,seiring digitalisasi,konsolidasi antar maskapai,dan adopsi teknologi AI.
- Novo Nordisk
Perusahaan farmasi ini memangkas 9.000 posisi, sekitar 11% dari tenaga kerja. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan penjualan obat obesitas dan diabetes.
- ConocoPhillips
Perusahaan energi ini berencana mengurangi hingga 25% tenaga kerja, sekitar 2.600-3.250 karyawan dan kontraktor di seluruh dunia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi global.
- Intel
Perusahaan teknologi ini mengurangi jumlah karyawan inti dari 99.500 menjadi 75.000,sekitar 25%. Pengurangan dilakukan melalui PHK dan attrisi, sebagai bagian dari rencana pemulihan bisnis.
- Microsoft
Raksasa teknologi ini memangkas 6.000 posisi pada Mei dan tambahan 9.000 pekerjaan, sekitar 5-6% tenaga kerja, di divisi Xbox dan lainnya. Tujuannya untuk menyederhanakan manajemen dan berinvestasi di AI.
- Procter & Gamble







