Tutup
EkonomiInvestasiNews

Sinyal The Fed Memicu Pelemahan Kripto dan Bitcoin

235
×

Sinyal The Fed Memicu Pelemahan Kripto dan Bitcoin

Sebarkan artikel ini
sinyal-jeda-the-fed-bikin-kripto-rontok,-bitcoin-turun-ke-us$111.000
Sinyal Jeda The Fed Bikin Kripto Rontok, Bitcoin Turun ke US$111.000

Jakarta – Pasar kripto langsung bereaksi negatif setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberikan pernyataan terkait kebijakan suku bunga.

Powell menyebutkan pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember 2025 masih jauh dari kepastian.

Pernyataan itu disampaikan usai The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Pemangkasan ini merupakan yang kedua kalinya pada tahun ini dan menjadi yang terendah sejak 2019. Suku bunga acuan AS kini berada di kisaran 3,75 persen hingga 4 persen.

Meski sesuai ekspektasi pasar, investor menyoroti nada hati-hati Powell yang mengisyaratkan jeda pada pelonggaran moneter.

Sinyal ini memukul ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan suku bunga akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember bukan sesuatu yang pasti, jauh dari itu,” kata Powell dalam konferensi pers, Kamis, 30 oktober 2025.

tak lama setelah pernyataan powell, harga aset kripto utama langsung merosot.

Data TradingView menunjukkan Bitcoin anjlok 1,49 persen ke level US$111.237.

Sementara Ethereum turun 1,07 persen menjadi US$3.937.

Ethereum bahkan sempat menembus level terendah hariannya di bawah US$3.910.

Pelemahan ini juga diikuti oleh penurunan di pasar saham global serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Investor menilai pernyataan Powell menandakan perubahan arah kebijakan dari dovish menjadi lebih hati-hati.

Sinyal ini menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, yang sebelumnya diuntungkan oleh ekspektasi pelonggaran moneter berkelanjutan.

Analis menilai volatilitas pasar kripto kali ini menunjukkan betapa sensitifnya aset digital terhadap arah kebijakan suku bunga AS.

Tanpa kepastian mengenai pemangkasan lanjutan, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap instrumen berisiko dan kembali ke aset yang lebih aman.

Dalam kesempatan yang sama, The Fed juga mengonfirmasi bahwa program pengurangan neraca (balance sheet runoff) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

Powell menjelaskan, keputusan diambil karena likuiditas di sistem keuangan dianggap cukup stabil.

Langkah ini diharapkan menjaga pasar pendanaan jangka pendek tetap seimbang.