BATUSANGKAR – kabupaten tanah Datar terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelestarian budaya. Langkah terbaru adalah menjadikan dua SMP sebagai sekolah binaan Bundo Kanduang.
SMP 1 Tanjung Baru dan SMP 1 Lintau Buo kini resmi menjadi sekolah binaan Bundo kanduang Kabupaten Tanah Datar.
Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Fadly meresmikan program ini di SMP N 1 Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Baru, kemarin.
Ahmad Fadly mengapresiasi inisiatif Bundo Kanduang yang sejalan dengan visi kabupaten Tanah Datar.
“Program ini adalah wujud nyata dukungan Bundo Kanduang dalam mewujudkan visi kabupaten,yaitu Terwujudnya Tanah Datar Madani yang Maju dan Berkelanjutan berdasarkan ABS SBK,” ujarnya.Wabup berharap sekolah binaan Bundo Kanduang dapat menjawab keresahan masyarakat terkait perkembangan zaman.
“Sekolah binaan Bundo Kanduang diharapkan mampu mengatasi memudarnya nilai adat dan budaya, menipisnya nilai akhlak dan moral, serta lemahnya ilmu agama di kalangan generasi muda,” tegasnya.
menurutnya, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, namun dapat dimanfaatkan secara positif.
“Ponsel pintar sudah merasuk ke berbagai sendi kehidupan. Tugas kita adalah mengarahkan agar gadget tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk menambah ilmu pengetahuan,” imbuhnya.
Wabup meminta dukungan dari OPD terkait, kepala sekolah, dan guru untuk menyukseskan program ini.
“Perlu dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah nagari, ninik mamak, cadiak pandai, dan lainnya. Dengan kebersamaan, program ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.
Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar,Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, menyampaikan hal senada.
“Sekolah binaan ini adalah salah satu upaya Bundo Kanduang untuk mendukung program unggulan Bupati dan Wabup Tanah Datar, serta menjawab keresahan kita terhadap merosotnya nilai adat budaya di generasi muda,” tuturnya.
Kadis Sosial dan PPA, Hendra Setyawan, menjelaskan bahwa program ini memiliki tiga tujuan utama.
“program unggulan ini bertujuan menanamkan dan melestarikan adat dan budaya Minangkabau, mewujudkan generasi emas 2045, dan memastikan pewarisan adat budaya tidak hilang dalam modernisasi,” pungkasnya.







