Tutup
EnergiNewsOtomotifTransportasi

Etanol 10 Persen Dorong Transisi Energi, Hambatan Mengintai?

211
×

Etanol 10 Persen Dorong Transisi Energi, Hambatan Mengintai?

Sebarkan artikel ini
campuran-etanol-10-persen-pada-bbm-percepat-transisi-energi,-ada-tapinya
Campuran Etanol 10 Persen pada BBM Percepat Transisi Energi, Ada Tapinya

Jakarta – Pemerintah menargetkan penerapan etanol 10 persen (E10) pada bensin mulai tahun 2027. Kebijakan ini diklaim aman untuk kendaraan bermotor yang diproduksi sejak tahun 2000.

Namun,ada catatan penting yang perlu diperhatikan. Spesifikasi etanol harus konsisten dan pengawasannya harus ketat.

Pemerintah berencana memberlakukan E10 di seluruh SPBU, baik pertamina maupun swasta, untuk mempercepat transisi energi.

Ketua Pusat Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (PUSKEP) UI, Ali Ahmudi, menilai penerapan E10 akan mempercepat transisi ke energi hijau.

“Penerapannya tidak hanya di SPBU Pertamina saja, namun juga di SPBU swasta,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, penerapan E10 di semua SPBU penting agar transisi energi segera tercapai.

Penerapan E10 di SPBU Pertamina dan swasta diharapkan tidak membingungkan konsumen. Hal ini juga menunjukkan dukungan semua pihak terhadap program transisi energi,sehingga konsumsi energi fosil dapat segera berkurang.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa penerapan etanol pada bensin telah diujicoba oleh asosiasi produsen kendaraan bermotor jepang (JAMA) di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

“Penerapan E10 aman bagi hampir semua kendaraan bermotor yang diproduksi mulai tahun 2000,” kata Kukuh.

Kukuh mendorong pemerintah untuk menyusun peta jalan (road map) penerapan E10. tujuannya adalah mendorong perekonomian nasional maupun daerah.

Sebab, bahan baku etanol 10% berasal dari komoditas pertanian, yaitu singkong, jagung, tebu, dan sorgum.

“Semua pihak perlu bersinergi dan mengutamakan keunggulan daerahnya,misalnya etanol di Jawa Timur diproduksi dari tebu,di Lampung dengan bahan baku singkong,dan seterusnya,” tutur Kukuh.