Tutup
NewsPariwisata

SIMFes dan Batik Hidupkan Ekonomi Sawahlunto

188
×

SIMFes dan Batik Hidupkan Ekonomi Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
simfes-dan-festival-batik-gerakkan-ekonomi-sawahlunto
SIMFes dan Festival Batik Gerakkan Ekonomi Sawahlunto

Sawahlunto – Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) dan Festival Batik sukses menggairahkan perekonomian warga Sawahlunto. Pemerintah pusat pun memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut.

Acara yang berlangsung di Taman Silo pada Jumat dan Sabtu (7-8/11) itu, dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, turut hadir dalam malam puncak SIMFes, didampingi Wakil Walikota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyerahkan Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) kepada SIMFes dan komunitas Sawahlunto Youth Movement (SYM).

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam pengembangan seni musik dan pertunjukan di tingkat nasional.

Yovie Widianto mengatakan SIMFes memiliki tiga nilai utama. Yaitu, edukasi musik yang terstruktur, ruang tumbuh ekonomi kreatif lokal, serta pemberdayaan potensi seni masyarakat sebagai kekuatan budaya kota warisan dunia UNESCO.

“SIMFes menjadi contoh bagaimana musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Yovie.

Jeffry Hibatullah menambahkan, SIMFes kini menjadi “laboratorium musik etnik” yang menghidupkan kembali sejarah Orkes Gumarang. Sekaligus memperluas ruang belajar musik bagi generasi muda di Sawahlunto dan Sumatera Barat.

Nilai edukatif SIMFes diperkuat melalui kolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Mereka menghadirkan kelas serta dialog sejarah musik bersama para pakar dan praktisi.

“Selain menumbuhkan minat musik,kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antar generasi dan pelaku seni,” ujar Jeffry.

Jeffry menjelaskan bahwa nilai ekonomi SIMFes turut tumbuh melalui aktivitas UMKM kuliner dan kolaborasi dengan Festival Batik Sumatera barat.

“Dampaknya terasa langsung bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sawahlunto,” ungkapnya.Para pedagang kuliner di sekitar Taman Silo mengaku bersyukur dengan adanya simfes.

“Alhamdulillah, jualan kami ramai.Banyak pengunjung yang datang dan berbelanja selama dua hari acara berlangsung,” ujar salah seorang pedagang.