Tutup
BisnisEkonomiKonsumenNews

Mendag Busan Pacu Industri Fesyen Indonesia Mendunia

222
×

Mendag Busan Pacu Industri Fesyen Indonesia Mendunia

Sebarkan artikel ini
mendag-busan-kasih-tips-agar-pasar-industri-fesyen-ri-tambah-luas-cuan-makin-besar
Mendag Busan Kasih Tips agar Pasar Industri Fesyen RI Tambah Luas Cuan Makin Besar

Jakarta – Pelaku usaha fesyen di Indonesia didorong untuk memaksimalkan penjualan melalui strategi omnichannel. Tujuannya agar pasar yang dijangkau lebih luas dan potensi keuntungan semakin besar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan hal ini dalam acara Jakarta Muslim Fashion Week 2026. Ia menekankan pentingnya menggabungkan toko fisik dan daring.

“Semua jalan bareng,karena sekarang pengalaman berbelanja juga kadang harus melihat secara fisik. jadi secara fisik jualan berarti juga berjualan secara online atau omnichannel,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Menurut Budi, toko fisik memberikan pengalaman berbelanja langsung. Sementara toko online membantu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung pelaku usaha fesyen lokal untuk terus mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasar. Salah satunya melalui kolaborasi dengan platform e-commerce.

Omnichannel, yang mengintegrasikan penjualan luring dan daring, menjadi solusi untuk mengatasi fenomena “rojali” (rombongan jarang beli).

Budi menjelaskan, konsumen memiliki hak untuk memilih berbelanja di toko fisik atau e-commerce. Menurutnya, fenomena “rojali” adalah hal yang wajar.

Dengan perkembangan digital, toko fisik diharapkan memiliki toko daring. Banyak konsumen melihat produk di toko fisik, tetapi melakukan pembelian secara online.

Fitur live shopping juga menjadi wadah untuk memperlihatkan produk secara nyata.

Budi menekankan bahwa pemilik toko fisik harus membuka toko daring. Setelah melihat produk secara langsung, calon pembeli dapat melanjutkan transaksi secara online.

Toko fisik dan daring telah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. E-commerce tidak hanya untuk menjual barang, tetapi juga mengajarkan untuk mengemas produk dengan bagus dan menarik.

sebelumnya, Mendag Budi Santoso melaporkan kinerja ekspor produk fesyen tumbuh 4,56 persen mencapai US$6,5 miliar atau Rp 108,5 triliun pada periode januari-September 2025.