Tutup
NewsPendidikan

Pejabat Negara Pertanyakan Mutu Sekolah Negeri, Ada Apa?

178
×

Pejabat Negara Pertanyakan Mutu Sekolah Negeri, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
pejabat-negara-separuh-hati-percaya-dengan-sekolah-negeri
Pejabat Negara Separuh Hati Percaya dengan Sekolah Negeri

Dharmasraya – Pernyataan Nelson Mandela tentang pendidikan sebagai senjata ampuh kembali digaungkan. Namun, ironi muncul di Dharmasraya, Sumatera Barat.

Banyak pejabat yang kerap memuji sekolah negeri, justru memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: seberapa besar kepercayaan para pejabat terhadap sistem pendidikan yang mereka kelola?

Di berbagai forum, para pejabat sering berpidato tentang pentingnya pendidikan berkualitas dan inklusif.

Namun,kenyataannya,mereka lebih memilih sekolah swasta bonafide yang mahal,yang jelas tidak terjangkau bagi masyarakat kurang mampu.

Di dharmasraya, diperkirakan hanya sebagian kecil pejabat yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

Tidak ada yang salah dengan memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Namun, masalah muncul ketika keputusan pribadi bertentangan dengan kebijakan publik.

Jika pejabat sendiri ragu dengan kualitas sekolah negeri, bagaimana rakyat bisa percaya? apakah ini cerminan kegagalan sistem atau standar ganda di kalangan elit?

Kondisi ini memperlebar jurang sosial. Anak-anak dari keluarga mampu menikmati pendidikan di sekolah swasta, sementara anak-anak kurang mampu harus puas dengan sekolah negeri yang kualitasnya diragukan.

Ironisnya, sekolah negeri sering menjadi “laboratorium kebijakan” yang berubah-ubah sesuai visi menteri, tanpa konsistensi jangka panjang.

Anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi “kelinci percobaan” dalam sistem yang tidak pasti.

Sudah saatnya para pejabat menunjukkan komitmen nyata. Jika percaya pada sekolah negeri, buktikan dengan menyekolahkan anak-anak mereka di sana.

Jika tidak, akui saja bahwa sistem pendidikan masih jauh dari harapan dan benahi dengan serius.

Kepercayaan yang pudar terhadap sekolah negeri sama saja dengan membekali rakyat dengan senjata tumpul. Jika pendidikan adalah senjata untuk mengubah dunia, semua pihak harus berani memegang senjata yang sama.