Tutup
NewsPendidikan

Lurah Padang Tingkatkan Kompetensi Lewat Program Rabu Belajar

220
×

Lurah Padang Tingkatkan Kompetensi Lewat Program Rabu Belajar

Sebarkan artikel ini
seluruh-lurah-di-padang-ikuti-program-rabu-belajar
Seluruh Lurah di Padang Ikuti Program Rabu Belajar

Padang – Pemerintah Kota Padang meluncurkan program “Rabu Belajar” untuk meningkatkan kompetensi seluruh lurah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.

program “Rabu belajar” ini dilaksanakan secara daring setiap hari Rabu, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 104 lurah di Kota Padang mengikuti pelatihan ini.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, saat membuka kegiatan “Rabu Belajar” secara daring, menyebut program ini sebagai bagian dari sejarah baru.

“Hari ini kita menjadi bagian dari sejarah baru, salah satu jihad yang paling baik itu adalah menuntut ilmu,” ujarnya.

“Rabu Belajar” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan tugas fungsi lurah. Lurah diharapkan memiliki kompetensi manajerial,teknis,sosial kultural,serta kompetensi pemerintahan.

“Lurah harus kompeten. Lurah dianggap kompeten apabila mampu menyusun program kegiatan kerjasama strategis, mengimplementasikan kegiatan pencegahan korupsi, melakukan kajian informasi organisasi, penerapan layanan publik yang baik, dan lainnya,” jelas Sekda.

Sekda berharap ada perubahan mendasar di tingkat kelurahan. Ia menyoroti keluhan masyarakat terkait pelayanan di kantor lurah, seperti kantor yang belum buka tepat waktu, kondisi kantor yang kurang bersih, pelayanan yang lambat, dan masyarakat yang harus bolak-balik.”Ini harus jadi perhatian kita, harus berubah lebih baik,” tegas Sekda.

Menurut Sekda, lurah seharusnya menjadi pelayan publik yang baik, apalagi dengan tunjangan penghasilan dan atribut khusus yang mereka terima.

Kepala BKPSDM Kota Padang, Mairizon, menjelaskan bahwa “Rabu Belajar” merupakan inisiatif dari Wali Kota Fadly Amran, yang melihat masih banyak lurah yang belum mampu melayani masyarakat dengan baik.

“Setelah itu muncul ide untuk melakukan pembelajaran secara daring bagi lurah, karena kita tidak mempunyai anggaran untuk pelatihan secara tatap muka,” ungkap Mairizon.