Tutup
EkonomiNewsPerdagangan

Amran Beberkan Identitas Dalang Impor Beras Ilegal Sabang

227
×

Amran Beberkan Identitas Dalang Impor Beras Ilegal Sabang

Sebarkan artikel ini
impor-250-ton-beras-ilegal-masuk-dari-sabang,-amran-bongkar-biang-keroknya
Impor 250 Ton Beras Ilegal Masuk dari Sabang, Amran Bongkar Biang Keroknya

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap penyebab masuknya 250 ton beras ilegal asal Thailand ke Indonesia. Beras tersebut masuk tanpa izin melalui Sabang, Aceh.

Amran menduga, status Sabang sebagai Kawasan Perdagangan bebas (free Trade Zone/FTZ) menjadi salah satu penyebabnya.

“Memang kawasan di Sabang itu ada regulasi, dan salah satu regulasi pasarnya adalah Free Trade Zone. Tapi harus diperhatikan,tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pusat,” kata Amran di DPR RI,Senayan,Jakarta,Senin (24/11/2025).

Amran menduga, masuknya beras ilegal ini adalah upaya mencari keuntungan karena harga beras dunia sedang anjlok.”Tujuannya cari untung,karena di luar negeri itu harga lagi jatuh. Dulu US$650 per ton, sekarang US$340 per ton, hampir separuh,” ujarnya.

Sebelumnya, banyak negara melobi Presiden Prabowo untuk bisa mengekspor beras ke Indonesia.

“Bahkan kami berusaha dilobi untuk menerima impor dari negara tetangga. Termasuk menyampaikan ke bapak Presiden,” ungkap Amran.

Mentan telah mengumumkan penyegelan gudang PT MSG, perusahaan yang diduga mengimpor 250 ton beras ilegal tersebut.

“Itu kita segel, dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” tegas Amran, Minggu (23/11/2025).

Pemerintah berkomitmen mempercepat swasembada beras nasional dan menghentikan impor yang bertentangan dengan kebijakan negara.

Presiden Prabowo juga telah menegaskan larangan impor beras karena stok nasional melimpah.

“Ini kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan. Masih ada 1 bulan 1 minggu Indonesia swasembada,jadi jangan diganggu lagi. Pasti kita usut,” tegasnya.

Amran memastikan pemerintah akan menghalau segala upaya impor beras ilegal.

“Ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton. Tanpa izin dari pusat. tanpa persetujuan pusat.Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung disegel. Ini berasnya tidak boleh keluar,” kata Amran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi produksi beras tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton.

Kebijakan larangan impor beras juga berdampak pada penurunan harga beras dunia.