Padang – Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa indonesia (IARMI) Sumatera barat (Sumbar) bergerak cepat merespons bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
IARMI sumbar menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kabupaten/kota untuk menghimpun potensi SAR.
Ketua DPP IARMI Sumbar,Budhi Erwanto,menegaskan dukungan sumber daya ini diharapkan dapat membantu penanganan dampak bencana di wilayah masing-masing.
“Diharapkan berkoordinasi dengan posko tanggap darurat kabupaten/kota terdampak, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lokasi,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).banjir dan longsor di Sumbar telah menimbulkan korban jiwa dan dampak yang luas. Gubernur Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.
Budhi Erwanto menjelaskan, kegiatan tanggap darurat meliputi penyelamatan, evakuasi, hingga pemakaman korban meninggal.
“Tak kalah pentingnya memastikan korban mendapatkan kebutuhan pokok seperti air bersih, sanitasi, pangan, sandang, serta pelayanan kesehatan dan psikososial,” tegasnya.
IARMI juga menekankan pentingnya penilaian terhadap tingkat kerusakan dan kerugian akibat bencana. Hal ini menjadi dasar perencanaan bantuan lebih lanjut, termasuk perbaikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan.
Perlindungan khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Untuk memulihkan fungsi prasarana dan sarana vital agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal, perlu koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” pungkas Budhi.







