Tutup
BisnisInvestasiNewsPerbankan

Superbank IPO: Investor Cermati Prospek, Hindari Jebakan Harga

282
×

Superbank IPO: Investor Cermati Prospek, Hindari Jebakan Harga

Sebarkan artikel ini
bagaimana-potensi-ipo-superbank-(supa)?-simak-prospektus-dan-cara-belinya-di-ajaib
Bagaimana Potensi IPO SUPERBANK (SUPA)? Simak Prospektus dan Cara Belinya di Ajaib

Jakarta – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), atau Superbank, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana (IPO).

IPO Superbank menjadi salah satu yang paling dinantikan investor di akhir tahun 2025.

Bank digital yang didukung oleh sejumlah raksasa teknologi dan keuangan ini menawarkan 4,4 miliar saham baru atau setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga penawaran saham Superbank berada di kisaran Rp 525 hingga Rp 695 per saham.

Dari IPO ini, Superbank menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp 3,06 triliun.

Rencananya, 70% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung penyaluran kredit.

Sementara itu, 30% sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure) dalam pengembangan teknologi dan produk.

Superbank sendiri bukan pemain baru di industri perbankan.

Sebelumnya, bank ini bernama PT Bank Fama Internasional yang berdiri sejak 1993 di Bandung.

Transformasi menjadi bank digital dimulai pada akhir 2021,ketika Grup Emtek (Elang Mahkota Teknologi) menjadi pemegang saham pengendali.

Kekuatan Superbank terletak pada konsorsium strategis yang mendukungnya.

Selain Grup Emtek (27,07%),ada pula PT Kudo Teknologi Indonesia (Grab) dengan kepemilikan 16,67%.

Kemudian, GXS Bank Pte. Ltd. (Singapura) memiliki 10,44% saham, dan KakaoBank Corp. (Korea Selatan) sebesar 8,66%.

Kemitraan ini memungkinkan Superbank menjangkau segmen underbanked secara efektif.

Integrasi dengan aplikasi Grab dan OVO telah berhasil mengakuisisi 64,4% pengguna aplikasi Superbank per 30 Juni 2024.