Tutup
NewsRegulasiTransportasi

Kemenhub Hentikan Sementara Izin Terbang Internasional Bandara IMIP

216
×

Kemenhub Hentikan Sementara Izin Terbang Internasional Bandara IMIP

Sebarkan artikel ini
kemenhub-resmi-cabut-izin-terbang-luar-negeri-bandara-imip
Kemenhub Resmi Cabut Izin Terbang Luar Negeri Bandara IMIP

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut izin layanan penerbangan internasional Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali,Sulawesi Tengah.

Keputusan ini tertuang dalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2025.

keputusan tersebut diteken Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada 13 Oktober 2025.

“Keputusan Menteri Perhubungan tentang penggunaan bandar udara yang dapat melayani penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri,” bunyi kutipan dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55.

Dengan keputusan ini, Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KM 38 Tahun 2025 tentang hal serupa dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Saat ini, hanya Bandara Khusus Sultan Syarief Haroen Setia Negara di Riau yang memiliki izin melayani penerbangan langsung internasional.

“Menetapkan Bandar Udara Khusus Sultan Syarief Haroen Setia Negara, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau sebagai bandar udara yang dapat melayani penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri dalam keadaan tertentu dan bersifat sementara,” bunyi kutipan keputusan tersebut.

Sebelumnya, menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyoroti keberadaan bandara yang tidak memiliki perangkat negara.

Hal ini dinilai sebagai anomali dan berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.

Spekulasi di media sosial menyebutkan bahwa bandara yang dimaksud adalah bandara di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

pernyataan tersebut disampaikan Menhan usai menyaksikan Latihan Pertahanan Terintegrasi 2025 di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 20 November 2025.

“Ini anomali,bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara,ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi,” tegasnya.