Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Tim diterjunkan melalui jalur laut untuk mempercepat penyaluran bantuan dan evakuasi warga.
Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan akses darat terputus dan jaringan telekomunikasi terganggu. Kondisi ini membuat evakuasi warga di daerah terisolasi menjadi prioritas.
“Proses evakuasi dimulai sejak Senin malam, 1 Desember 2025,” ujar Vice President (VP) RSS SOR 1 PGN Wilayah Sumatera, Ris Haryono, Rabu (3/12/2025).
Ris menjelaskan, jalur laut dipilih karena akses darat sulit dilalui kendaraan. Permukaan air dan arus sungai juga masih tinggi di beberapa titik.
PGN berkoordinasi intensif dengan instansi terkait,termasuk aparat pelabuhan dan relawan lokal,untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasi.
Personel tambahan diberangkatkan menggunakan kapal nelayan dari Belawan dengan membawa logistik bantuan.
Tim diperkirakan tiba di Langsa pada malam hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Susu pada Selasa pagi, 2 Desember 2025.
Setibanya di lokasi, tim langsung menyisir titik banjir yang masih terisolasi, bekerja sama dengan nelayan setempat.
Kapal boat milik Pertamina EP Pangkalan Susu dikerahkan untuk membantu evakuasi sampai daratan.
Kolaborasi ini mempercepat proses penyelamatan. Tim berhasil mengevakuasi 35 orang yang terdiri dari pekerja dan masyarakat.
Selain tim evakuasi, PGN juga mengirimkan bantuan berupa sembako, makanan siap saji, obat-obatan, genset, dan perangkat komunikasi satelit.
Perangkat komunikasi satelit dipasang untuk mempermudah komunikasi evakuasi dan pengiriman bantuan di area blank spot.
Jaringan internet satelit memungkinkan tim gabungan memperbarui data kondisi lapangan secara real time, memetakan lokasi korban yang membutuhkan pertolongan segera, serta mempercepat penyaluran logistik.







