Tutup
News

Tanjung Raya Bangkit: Alat Berat Pacu Pemulihan

198
×

Tanjung Raya Bangkit: Alat Berat Pacu Pemulihan

Sebarkan artikel ini
jorong-balai-belo-tanjung-raya-beduka,-masyarakat-berharap-segera-pulih
Jorong Balai Belo Tanjung Raya Beduka, Masyarakat Berharap Segera Pulih

Tanjung Raya – Masyarakat Jorong Balai Belo, agam, Sumatera Barat, masih berjuang memulihkan diri setelah 11 hari diterjang longsor yang melanda kawasan Danau Maninjau. Warga bergotong royong membersihkan rumah-rumah yang terdampak parah akibat banjir bandang atau galodo.

Bencana ini dipicu hujan lebat yang tak henti sejak Jumat (21/11). puncaknya, Senin (24/11) pukul 16.10 WIB, galodo pertama menerjang aliran Sungai Banda Guntuang.Akibatnya, jembatan tersumbat dan persawahan di sekitar sungai rusak parah.

Longsor susulan yang lebih besar terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB. Sebanyak 20 rumah di area Banda Guntuang hingga Sungai Tabo diterjang air lumpur dan material longsor.

Kondisi semakin mencekam pada selasa (25/11) dengan longsor susulan. sebanyak 36 KK atau 96 jiwa dievakuasi ke tempat aman, termasuk ke kantor Walinagari Koto Kaciak.

Puncaknya,pada malam Jumat (27/11),longsor susulan kembali terjadi dengan kerusakan yang lebih parah.Lahan pertanian dan perikanan seluas 50-60 hektar tertimbun material berat. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Intake air bersih pamsimas hancur, bendungan irigasi hilang, empat sungai dan empat jembatan tertimbun, serta jalan kabupaten sepanjang 700 meter tidak bisa dilalui kendaraan.

Setidaknya 20 rumah tidak layak huni karena dipenuhi material lumpur dan pasir setinggi paha orang dewasa.

Posko tanggap darurat dan dapur umum didirikan atas inisiatif masyarakat Jorong Balai Belo. Dukungan juga datang dari perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga balai Belo Membangun (IKBM).

Sejak Jumat (27/11) pagi, cuaca membaik dan masyarakat mulai bergotong royong membersihkan rumah-rumah warga. Sebagian warga mencari alternatif air bersih di hulu karena aliran air Pamsimas terputus.

Hingga Selasa (2/12),keadaan belum stabil. Posko tanggap darurat dan dapur umum masih beroperasi. Sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan membantu membersihkan rumah terdampak.

Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki aliran sungai, jembatan, dan jalan yang tertimbun material.Ketua Umum IKBM, Ir. Elvi Roza, berharap perhatian dan bantuan dari semua pihak untuk pemulihan pasca-bencana.

“Mengingat banyaknya warga yang gagal panen padi dan lahan pertanian yang hancur hingga sangat sulit untuk diolah kembali,” ujarnya.

Dampak galodo di Jorong balai Belo meliputi intake air bersih, bendungan, jalan kabupaten tertimbun material sepanjang 650 meter, sawah 50-60 hektar, kolam ikan 2 hektar, dan palawija sekitar 5 hektar.

Bantuan telah diterima dari berbagai pihak, termasuk dari perantau Balai Belo melalui IKBM sebesar Rp 45 juta untuk kebutuhan dapur umum.

Bantuan juga datang dari Dinas Sosial, Ormas Salimah, BPBD, Baznas Agam, Kecamatan Tanjung raya, dan alumni SMAN 1 Maninjau.

Walinagari Koto Kaciak, Syawaldi, dan Wali Jorong Balai Belo, Dafri F. Putra,berharap Pemkab segera membantu memulihkan infrastruktur yang hancur melalui penanganan pasca-bencana.

Prioritas utama adalah pembangunan kembali bendung dan saluran irigasi Limau Puruik, intake sarana air bersih, perbaikan jalan dan jembatan, serta normalisasi aliran sungai utama.