Padang – Krisis air bersih melanda Kota Padang akibat banjir bandang yang merusak sejumlah intake PDAM. Akibatnya,pasokan air bersih ke permukiman warga terhenti.
Menyikapi kondisi darurat ini, DPC PDI Perjuangan Kota Padang bergerak cepat mendistribusikan air bersih ke titik-titik yang terdampak.
“PDAM belum bisa beroperasi maksimal. Karena itu, kami di DPC PDI Perjuangan Kota Padang mengambil inisiatif untuk memberikan bantuan air bersih,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota padang, Albert Hendra Lukman, Selasa (14/5/2024).
Albert menjelaskan, permintaan air bersih terus meningkat seiring belum pulihnya layanan PDAM.Inisiatif ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial partai terhadap warga.
Pemerintah kota telah membuka beberapa titik pengisian air bagi mobil tangki. Namun, antrean panjang memperlambat proses distribusi.
“Setiap tangki yang kita bawa ke permukiman memang harus diisi di titik pengisian yang disiapkan PDAM. Tapi karena antreannya panjang, waktunya banyak habis di situ,” jelas Albert yang juga anggota DPRD Sumbar.Untuk mengatasi kendala tersebut, DPC PDI Perjuangan memanfaatkan sumber air dari kantor partai yang masih mendapat suplai PDAM.Cara ini dinilai lebih efisien dan mempercepat pengiriman air ke masyarakat.
“Maka kami mengisi tangki tersebut langsung dari kantor kami. Cara ini lebih efisien dan mempercepat pengiriman air ke masyarakat,” kata Albert.
Ia juga mengajak warga Kota Padang yang masih mendapatkan pasokan air PDAM untuk turut membantu proses distribusi.Solidaritas warga diyakini dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih di banyak titik.
“Tentu kami berharap,warga Kota Padang yang PDAM-nya masih mengalir bisa berbagi.Tidak ada salahnya menyumbangkan air ke mobil-mobil tangki untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Albert menegaskan, DPC PDI Perjuangan akan terus bergerak sampai PDAM kembali menyalurkan air secara normal. Pemenuhan kebutuhan air bersih harus berlangsung tanpa jeda agar aktivitas warga tetap berjalan.







