Tutup
News

Bencana Sumbar: Ratusan Jiwa Hilang, Kerugian Sentuh Triliunan

176
×

Bencana Sumbar: Ratusan Jiwa Hilang, Kerugian Sentuh Triliunan

Sebarkan artikel ini
kerugian-bencana-hidrometeorologi-sumbar-tembus-rp1,8-triliun,-247-ribu-warga-terdampak,-234-meninggal
Kerugian Bencana Hidrometeorologi Sumbar Tembus Rp1,8 Triliun, 247 Ribu Warga Terdampak, 234 Meninggal

Padang – Bencana hidrometeorologi yang menerjang Sumatera Barat (Sumbar) telah menyebabkan kerugian mencapai Rp1,8 triliun. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Data dari Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, hingga 8 Desember 2025, sebanyak 234 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat 95 warga masih belum ditemukan.

Banjir bandang, galodo, dan longsor telah berdampak pada 247.762 warga Sumbar. Lebih dari 20 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka hancur diterjang bencana.

Selain itu, 112 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif. Proses evakuasi dan pencarian korban terus diupayakan oleh tim gabungan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyampaikan informasi ini saat menerima kunjungan dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar.

Berdasarkan data dari dashboard bencana.sumbarprov.go.id, ribuan rumah mengalami kerusakan. rinciannya, 5.290 unit rusak ringan, 983 unit rusak sedang, dan 1.629 unit rusak berat.Tidak hanya itu,38.900 rumah terendam banjir dan 755 unit hanyut atau hilang terbawa arus.

Fasilitas umum dan pelayanan dasar juga tak luput dari kerusakan. Tercatat 153 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor layanan publik, dan 170 sekolah mengalami kerusakan.

Bencana ini juga merusak 172 ruas jalan, 46 jembatan, dan 135 fasilitas telekomunikasi. Akibatnya, distribusi bantuan ke daerah terdampak menjadi terhambat.

Kerugian terbesar berasal dari sektor sosial ekonomi, mencapai Rp1,08 triliun. Kerugian pada sektor perumahan mencapai Rp499,8 miliar, pelayanan dasar Rp43,5 miliar, dan kerusakan sarana prasarana vital Rp201,5 miliar.

sektor pertanian juga mengalami kerugian signifikan. ribuan hektare sawah, lahan, kebun, dan kolam budidaya rusak akibat bencana ini.

Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan lembaga terkait terus berupaya mempercepat pencarian korban hilang, menyalurkan bantuan, dan memperbaiki akses yang terputus. Sejumlah daerah masih berstatus tanggap darurat.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.