Tutup
EkonomiPerbankan

Perbanas Merancang Strategi: Ekonomi Tumbuh Delapan Persen?

206
×

Perbanas Merancang Strategi: Ekonomi Tumbuh Delapan Persen?

Sebarkan artikel ini
perbanas-beber-dua-jalur-kerek-laju-ekonomi-ke-8-persen
Perbanas Beber Dua Jalur Kerek Laju Ekonomi ke 8 Persen

jakarta – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menawarkan solusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Strategi yang diusulkan adalah “dual track economy strategy”.

Usulan ini disampaikan Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, dalam Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Jakarta, Senin (8/12).

Hery menjelaskan, strategi ini terdiri dari dua jalur utama. Pertama, hilirisasi padat modal.

“Track kesatu adalah hilirisasi padat modal, seperti nikel dan migas,” ujarnya. Ini merupakan kelanjutan agenda hilirisasi dan investasi padat modal untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah jangka panjang.

namun, Hery mengingatkan, kontribusi sektor padat modal terhadap penyerapan tenaga kerja relatif kecil, di bawah 3 persen.

Jalur kedua adalah hilirisasi padat karya. Sektor ini, menurut Hery, menyerap sekitar 75 persen tenaga kerja di Indonesia.

“Ini adalah manufaktur, pertanian, makanan, minuman, konstruksi, dan perdagangan. Insentif ke sektor ini relatif belum optimal,” kata Hery.

Untuk mendukung hilirisasi padat karya, perbanas merekomendasikan sejumlah kebijakan.

Kebijakan tersebut meliputi keringanan pajak, subsidi upah, dan skema penjaminan kredit berisiko tinggi.

“Kenaikan 10 persen daya beli pekerja padat karya diasosiasikan dengan kenaikan PDB sekitar 0,9 persen,” ungkap Hery, mengutip perhitungan Office of Chief Economist (OCE) Perbanas.

Selain itu, Perbanas juga merekomendasikan reorientasi kebijakan fiskal, menjaga stabilitas likuiditas, dan penguatan skema penjaminan untuk mendukung sektor padat karya dan UMKM.

“Menjaga stabilitas politik dan konsistensi kebijakan, baik jangka pendek, menengah, dan panjang, juga sangat penting,” tegasnya.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan salah satu janji pemerintahan prabowo.

Namun, data terakhir dari BPS menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy) pada kuartal III 2025. Angka ini masih jauh dari target yang diharapkan.