Tutup
NewsPendidikanTeknologi

Padang Beri Gizi: Anak Lahap, Generasi Unggul Berkembang

188
×

Padang Beri Gizi: Anak Lahap, Generasi Unggul Berkembang

Sebarkan artikel ini
mbg-kota-padang:-menjaga-gizi-anak,-menghadapi-tantangan-lapangan
MBG Kota Padang: Menjaga Gizi Anak, Menghadapi Tantangan Lapangan

Padang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang terus diperluas. Hingga Agustus 2025, program ini telah menjangkau 9.316 penerima manfaat, termasuk siswa SD dan kelompok rentan.

Pemerintah Kota ⁤padang menargetkan ‍17 dapur MBG terealisasi pada tahun 2025. Saat ini, distribusi makanan dilakukan melalui tiga Satuan ‌Pelayanan Pemenuhan Gizi ⁢(SPPG).

Tiga SPPG yang beroperasi adalah SPPG Parak Karakah, SPPG Batalyon 133, dan SPPG Purus.

Program ini menyasar tiga kecamatan, ‍yaitu‌ padang Timur, Padang Utara, dan Padang Barat.

Sebanyak 11 sekolah menjadi‌ penerima perdana⁤ MBG,⁢ termasuk SDN 09 Air Pacah yang mendistribusikan makanan bergizi kepada 466 siswanya.

MBG bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dan‌ kelompok rentan. Program⁣ ini juga ⁢diharapkan dapat‍ meningkatkan konsentrasi belajar dan motivasi akademik siswa.

Namun, implementasi MBG menghadapi sejumlah tantangan. Kebersihan dan keamanan pangan menjadi isu penting.

Logistik dan‍ waktu distribusi ⁤juga menjadi kendala,terutama di sekolah yang jauh dari⁣ dapur MBG.

Pemerintah Kota Padang perlu memperkuat inspeksi berkala terhadap dapur MBG. Sistem ⁢pemantauan digital juga diperlukan untuk memastikan transparansi data dan kualitas distribusi.

Program ini juga memberikan dampak​ positif terhadap‍ ekonomi lokal. Petani,nelayan,pasar tradisional,dan UMKM kuliner⁢ dilibatkan dalam rantai pasok bahan makanan.

Pemerintah Kota Padang menargetkan‍ 17 dapur tambahan pada 2025. Kota ​ini juga berpotensi mengembangkan model ​MBG yang lebih modern, seperti⁣ integrasi teknologi pemantauan digital.

Untuk meningkatkan kualitas implementasi MBG,pemerintah perlu mempercepat pembangunan dapur MBG di kecamatan yang belum terjangkau.

Selain ⁣itu, perlu ada standar ‌ketat terkait kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan ‍dengan audit ​rutin.