Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Impor Minyak Memicu Devisa Negara Kehilangan Ratusan Triliun

190
×

Impor Minyak Memicu Devisa Negara Kehilangan Ratusan Triliun

Sebarkan artikel ini
bahlil-sebut-devisa-rp523-t-menguap-imbas-impor-minyak
Bahlil Sebut Devisa Rp523 T Menguap Imbas Impor Minyak

Jakarta – Indonesia diperkirakan kehilangan devisa negara hingga Rp523 triliun setiap tahunnya akibat impor minyak.

Hal ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil menjelaskan, angka tersebut merupakan asumsi berdasarkan data impor minyak mentah (crude oil) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun lalu.

“Rp500 triliun per tahun devisa kita itu dapat kalau kita tahan tidak kita impor,” ujar Bahlil dalam Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, jika Indonesia mampu menekan impor energi, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat 2 hingga 3 persen.

Bahlil memaparkan, produksi minyak Indonesia pada 2024 mencapai 221 ribu barel per hari (bph).

Sementara itu,impor minyak mencapai 313 ribu bph,terdiri dari 112 ribu bph minyak mentah dan 201 ribu bph BBM.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan konsumsi BBM di Indonesia mencapai 532 ribu barel.

Angka tersebut mencakup konsumsi sektor transportasi sebesar 52 persen (276,64 ribu bph), sektor industri 34 persen (180,88 ribu bph), sektor ketenagalistrikan 8 persen (42,56 ribu barel), dan sektor penerbangan 6 persen (31,92 ribu barel).

“kalau kita mampu tidak mengimpor BBM kita, maka saya pastikan devisa kita akan tinggal dalam negeri dan itu menjadi daya ungkit untuk bisa kita putar dalam negeri untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” jelas Bahlil.