Tutup
NewsPeristiwa

Sumbar Berduka: 235 Jiwa Melayang, Pencarian Korban Lanjut

203
×

Sumbar Berduka: 235 Jiwa Melayang, Pencarian Korban Lanjut

Sebarkan artikel ini
gubernur-sumbar-mahyeldi-usulkan-pembatalan-pemotongan-tkd-2026-ke-pemerintah-pusat
Gubernur Sumbar Mahyeldi Usulkan Pembatalan Pemotongan TKD 2026 ke Pemerintah Pusat

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana mencapai 235 jiwa.

Data terbaru ini menunjukkan dampak yang meluas di 16 kabupaten/kota.

Dari total korban, 205 telah teridentifikasi, sementara 30 lainnya masih dalam proses identifikasi. Selain itu,93 orang dilaporkan hilang dan 113 orang mengalami luka-luka.

jumlah pengungsi terus bertambah, kini mencapai 24.049 jiwa. Total warga yang terdampak bencana ini mencapai 256.881 jiwa.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

“Kita perbarui data supaya respons di lapangan bergerak lebih terarah dan seluruh kebutuhan darurat terlayani,” ujar Mahyeldi.

Bencana ini meluas di 50 kecamatan. “Wilayah terdampak cukup luas dan membutuhkan gerak cepat seluruh unsur,” tambahnya.

Kerugian sementara akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp1,95 triliun. Kerusakan ini berdampak besar terhadap sosial ekonomi masyarakat.

Data mencatat 48.173 unit rumah terdampak, dengan rincian 5.414 unit rusak ringan, 1.099 unit rusak sedang, 1.750 unit rusak berat,39.253 unit terendam, dan 657 unit hilang atau hanyut.

Pelayanan dasar juga tidak luput dari dampak bencana.

Sebanyak 153 rumah ibadah, 45 fasilitas kesehatan, 28 kantor, serta 170 sekolah mengalami kerusakan.

Dampak sosial ekonomi juga meluas, mencakup 6.758 hektare sawah, 6.751 hektare lahan pertanian, serta 1.060 hektare kebun yang rusak.

Selain itu, 10.486 unit kolam budidaya juga terdampak.

Prasarana vital juga mengalami kerusakan, termasuk 73 unit sarana air bersih, 147 titik telekomunikasi, 172 ruas jalan, dan 46 jembatan.

Pemerintah Provinsi Sumbar tetap fokus mempercepat penanganan dan pemulihan.

“Kita bergerak dengan seluruh pihak agar masyarakat kembali pulih,” pungkas Mahyeldi.