Tutup
NewsPeristiwa

Pemerintah Bangun Hunian Sementara, Korban Banjir Sumatra Tertangani

272
×

Pemerintah Bangun Hunian Sementara, Korban Banjir Sumatra Tertangani

Sebarkan artikel ini
pemerintah-siapkan-44.045-hunian-sementara-bagi-korban-banjir-sumatra
Pemerintah Siapkan 44.045 Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Sumatra

Jakarta – Pemerintah menyiapkan 44.045 unit hunian sementara (huntara) untuk korban banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra. Bantuan ini disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Huntara akan didistribusikan di tiga provinsi terdampak,yaitu Aceh,Sumatra Utara,dan Sumatra Barat.

Aceh mendapatkan alokasi terbanyak dengan 36.328 unit.Sumatra Utara akan menerima 5.158 unit, dan Sumatra Barat 2.559 unit.

Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat dan pemulihan awal bagi masyarakat terdampak bencana.

Tujuannya adalah menyediakan tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Pemerintah memprioritaskan penyediaan huntara agar aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat segera pulih.

Data kebutuhan huntara ini bersifat sementara dan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan daerah untuk memastikan pembangunan huntara berjalan optimal dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Presiden RI Prabowo Subianto saat mengunjungi Posko Pengungsi di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Agam, Sumatra Barat, menyatakan pembangunan huntara sudah dimulai.

Prabowo menargetkan pembangunan huntara selesai dalam satu bulan.”Bisa selesai, hunian sementara sebulan supaya ibu-ibu bapak-bapak tidak perlu tinggal di tenda,” ujarnya.

Selain huntara,pemerintah juga akan menyiapkan hunian tetap bagi warga terdampak.

“Kemudian segera sesudah itu kita akan bangun hunian tetap. saya lihat cukup bagus kualitasnya,luasnya,hunian tetap juga lumayan besar ya 70 m2,” kata Prabowo.

Banjir bandang dan longsor telah menerjang sejumlah wilayah di pulau Sumatra.

Data dari BNPB mencatat, korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 1.068 orang, 190 orang hilang, dan 7.000 orang terluka.

Bencana ini berdampak pada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, dengan 147.236 rumah rusak.