Tutup
KonsumenNewsRegulasi

Kendalikan Inflasi, Pemko Padang Gelar Pasar Murah Jelang Akhir Tahun

204
×

Kendalikan Inflasi, Pemko Padang Gelar Pasar Murah Jelang Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
harga-cabai-makin-anjlok,-diikuti-beras,-daging-sapi,-daging-ayam,-hingga-telur
Harga Cabai Makin Anjlok, Diikuti Beras, Daging Sapi, Daging Ayam, hingga Telur

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menggelar pasar murah di penghujung tahun 2025, sebagai respons terhadap dampak ekonomi pascabencana dan potensi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengonfirmasi pasar murah akan dilaksanakan pada 22, 23, 24, dan 29 Desember 2025.

Inisiatif ini menyasar masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat bencana yang melanda kota beberapa waktu lalu.

“Situasi duka masih menyelimuti kita. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan pokok masyarakat harus tetap terpenuhi, sementara harga di pasaran cenderung meningkat,” ungkap Edrian, beberapa waktu lalu.

Penyelenggaran pasar murah, lanjut Edrian, bukan hanya sekadar untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan angka inflasi di Kota Padang.

Dinas Perdagangan secara berkelanjutan berupaya mengendalikan dampak inflasi melalui berbagai program, termasuk pasar murah yang akan diselenggarakan di beberapa titik strategis.

Lokasi pelaksanaan pasar murah sendiri akan difokuskan di kawasan yang aman dari dampak bencana dan mudah diakses oleh masyarakat terdampak.

Hal ini mengingat petugas masih fokus pada penanganan dan pemulihan di daerah yang terkena dampak langsung.

“Di daerah yang terdampak langsung, fokus masih pada penanganan dan pemulihan. Oleh karena itu, pasar murah akan kita gelar di kawasan yang tidak terdampak, tetapi tetap mudah dijangkau oleh warga terdampak,” jelasnya.

Selain faktor pascabencana, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga diprediksi akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Padang.

Edrian mencontohkan komoditas cabai yang berpotensi mengalami lonjakan harga akibat keterbatasan pasokan, sementara permintaan masyarakat cenderung meningkat tajam menjelang akhir tahun.

“Ketersediaan barang tertentu terbatas, seperti cabai yang berpotensi naik harga. Di sisi lain, masyarakat tetap membutuhkan sembako tersebut agar selalu tersedia. Inisiatif pasar murah ini dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” paparnya.

Melalui penyelenggaraan pasar murah ini, Pemerintah Kota Padang berharap dapat menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga bahan pokok di pasaran menjelang akhir tahun 2025.

Diharapkan, inisiatif ini mampu memberikan dampak positif bagi kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang.