Tutup
Regulasi

INET Kantongi Restu OJK, Rights Issue Jumbo Siap Digelar

513
×

INET Kantongi Restu OJK, Rights Issue Jumbo Siap Digelar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) siap menggelar rights issue setelah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Persetujuan ini membuka jalan bagi INET untuk menghimpun dana segar hingga Rp 3,2 triliun.

OJK menerbitkan Pernyataan Efektif pada 22 Desember 2025, sedikit meleset dari perkiraan awal manajemen INET yang menargetkan 17 November 2025.

Meski jadwal bergeser, struktur rights issue INET tetap solid. Perusahaan akan menerbitkan 12,8 miliar saham baru, disertai dengan 3,2 miliar Waran Seri II.

Manajemen INET menetapkan rasio rights issue 3:4. Artinya, setiap pemilik tiga saham lama berhak membeli empat saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 250 per saham.

Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis. Sekitar Rp 2,93 triliun akan disalurkan ke anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo, untuk mengembangkan Wi-Fi 7.

Kemudian, Rp 215,39 miliar akan digunakan PT Pusat Fiber Indonesia untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut.

Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk biaya pembelian perlengkapan, pengembangan layanan, pemasaran, pelatihan, dan biaya operasional lainnya.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum sebesar 57,14%.

Dalam aksi korporasi ini, INET telah menunjuk PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, pemegang saham pengendali INET, sebagai pembeli siaga.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat melemah 0,56%. Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi pada pekan depan. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262. “Untuk sepekan ke…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) ke dalam kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration). “Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham berbentuk warkat dan tanpa warkat per 25 Mei 2026, saham TCPI dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai…

Regulasi

Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini. Kabar tersebut langsun…