Padang – Banjir bandang yang menerjang Sumatera Barat tak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan perekonomian warga. Banyak sumber penghidupan yang terhenti, bahkan hilang.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menegaskan pentingnya pemulihan ekonomi pascabencana. Menurutnya, pemulihan ekonomi harus menjadi prioritas utama.
“Bencana tidak hanya bicara dampak hari ini, tapi lebih jauh, kita bicara tentang keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.
Nanda Satria menilai, pemulihan ekonomi membutuhkan strategi matang yang berorientasi pada kebutuhan daerah, bukan sekadar keinginan pemerintah pusat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama.
“Kerangka partisipasi dalam recovery ini mesti dilakukan dalam bentuk praktis, bukan hanya sekadar teori saja,” tegasnya. Pemerintah dan masyarakat harus berkolaborasi untuk mempercepat penanganan bencana.
Ada lima hal penting yang perlu segera dilakukan:
- penanganan Hunian: Pemerintah diminta tidak memaksakan relokasi yang mencabut masyarakat dari akar budayanya. Berikan kesempatan relokasi mandiri.
- Pemulihan Ekonomi UMKM: bantuan modal usaha dan relaksasi kredit sangat penting untuk menghidupkan kembali UMKM yang terdampak.
- Percepatan BLT: Masyarakat rentan dan miskin perlu segera menerima BLT untuk menjamin kelangsungan hidup.
- Uang Berputar di Daerah: Program recovery harus mengutamakan potensi lokal. proyek-proyek sebaiknya dikerjakan oleh pengusaha dan pekerja lokal.
- mitigasi Bencana: Internalisasi prinsip mitigasi bencana sebagai bagian dari hidup masyarakat. Early Warning System jangan hanya jadi pajangan.
Nanda satria menekankan, penanganan bencana harus menjadi penopang ekonomi masyarakat. masyarakat lokal harus terlibat dan menikmati program pemerintah.
“Ini bukan ego lokalitas,tapi keberpihakan negara untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana,” pungkasnya.







