Tutup
Regulasi

IHSG 10.000: Saham Pilihan Analis yang Wajib Dicermati!

311
×

IHSG 10.000: Saham Pilihan Analis yang Wajib Dicermati!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Optimisme membayangi pasar modal Indonesia. Sejumlah analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencapai level 9.000, bahkan dalam skenario paling optimistis (bullish), bisa menyentuh angka 10.000.

Keyakinan ini didorong oleh valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai masih atraktif di antara pasar saham negara berkembang (emerging market).

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza C. Suryanata, melihat bahwa pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan investasi menarik bagi investor asing.

Selain itu, pasar juga menantikan realisasi wacana peningkatan batas minimal free float saham dari 7,5% menjadi 20%-30% secara bertahap. “Jika wacana ini terealisasi, akan ada guyuran dana ke pasar saham,” jelas Liza.

Kiwoom Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang mencapai 10.000 hingga 10.200 pada akhir 2025, dengan potensi perbaikan aliran dana investor asing.

Sementara itu, Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyoroti bahwa pelemahan rupiah secara historis selalu diikuti koreksi IHSG. Meski demikian, ia melihat potensi katalis positif dari pergerakan rupiah.

Panin Sekuritas mencatat PE IHSG untuk 2025 berada di 14,8 kali, di bawah rata-rata bursa global (16,1 kali). Untuk 2026, valuasi IHSG diproyeksikan 13 kali PE, juga masih di bawah rata-rata global (14,9 kali).

Nico menambahkan, pertumbuhan laba emiten yang lebih tinggi pada 2026 (13,8%) dibandingkan 2025 (2,2%) akan menjadi faktor pendorong.

Senada, Head of Strategy and Equity Analyst Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer, berpendapat bahwa percepatan pertumbuhan laba bersih emiten dan tingkat likuiditas akan mendukung pergerakan IHSG. Mandiri Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk memangkas BI Rate sekitar 50 bps pada 2026.

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.050 pada akhir 2026 (skenario dasar), 9.350 (skenario bullish), dan 7.670 (skenario bearish). Sektor pilihan mereka meliputi keuangan, emas dan tembaga, alat berat, retail, konsumer, kesehatan, teknologi, dan sektor unggulan lainnya.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.340 (skenario dasar), 8.224 (skenario bearish), dan 9.724 (skenario bullish) pada 2026. Sektor unggulan mereka adalah perbankan, emas, dan poultry, dengan rating overweight.

Kiwoom Sekuritas menjagokan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur, dengan saham unggulan JPFA, KLBF, SSMS, TLKM, JSMR, ASII, BBNI, dan BBCA.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…