Jakarta – Optimisme membayangi pasar modal Indonesia. Sejumlah analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencapai level 9.000, bahkan dalam skenario paling optimistis (bullish), bisa menyentuh angka 10.000.
Keyakinan ini didorong oleh valuasi pasar saham Indonesia yang dinilai masih atraktif di antara pasar saham negara berkembang (emerging market).
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza C. Suryanata, melihat bahwa pasar saham Indonesia masih menjadi tujuan investasi menarik bagi investor asing.
Selain itu, pasar juga menantikan realisasi wacana peningkatan batas minimal free float saham dari 7,5% menjadi 20%-30% secara bertahap. “Jika wacana ini terealisasi, akan ada guyuran dana ke pasar saham,” jelas Liza.
Kiwoom Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang mencapai 10.000 hingga 10.200 pada akhir 2025, dengan potensi perbaikan aliran dana investor asing.
Sementara itu, Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyoroti bahwa pelemahan rupiah secara historis selalu diikuti koreksi IHSG. Meski demikian, ia melihat potensi katalis positif dari pergerakan rupiah.
Panin Sekuritas mencatat PE IHSG untuk 2025 berada di 14,8 kali, di bawah rata-rata bursa global (16,1 kali). Untuk 2026, valuasi IHSG diproyeksikan 13 kali PE, juga masih di bawah rata-rata global (14,9 kali).
Nico menambahkan, pertumbuhan laba emiten yang lebih tinggi pada 2026 (13,8%) dibandingkan 2025 (2,2%) akan menjadi faktor pendorong.
Senada, Head of Strategy and Equity Analyst Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer, berpendapat bahwa percepatan pertumbuhan laba bersih emiten dan tingkat likuiditas akan mendukung pergerakan IHSG. Mandiri Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk memangkas BI Rate sekitar 50 bps pada 2026.
Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.050 pada akhir 2026 (skenario dasar), 9.350 (skenario bullish), dan 7.670 (skenario bearish). Sektor pilihan mereka meliputi keuangan, emas dan tembaga, alat berat, retail, konsumer, kesehatan, teknologi, dan sektor unggulan lainnya.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai 9.340 (skenario dasar), 8.224 (skenario bearish), dan 9.724 (skenario bullish) pada 2026. Sektor unggulan mereka adalah perbankan, emas, dan poultry, dengan rating overweight.
Kiwoom Sekuritas menjagokan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur, dengan saham unggulan JPFA, KLBF, SSMS, TLKM, JSMR, ASII, BBNI, dan BBCA.







