Pekanbaru – Kabar gembira datang dari Universitas Islam Riau (UIR). Salah satu dosennya, Akmar Effendi, berhasil meraih gelar profesi insinyur dengan nilai A dari Universitas Andalas (Unand), Padang.Prestasi ini diraih setelah Akmar Effendi menyelesaikan Ujian Laporan Teknik sebagai tahapan akhir Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PPI).
Dalam ujian yang digelar Senin (22/12/2025) itu,Akmar mempresentasikan kajian akademiknya yang berjudul “mengatasi Ketidakseimbangan Kelas dalam Pembelajaran Mesin untuk Memprediksi Kelulusan Mahasiswa Tepat Waktu di Universitas Islam Riau.”
kajian ini menyoroti pemanfaatan metode pembelajaran mesin (machine learning) untuk mendukung pengambilan keputusan akademik, khususnya dalam memprediksi dan meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa tepat waktu.Akmar menjelaskan, kelulusan tepat waktu merupakan indikator penting kinerja akademik perguruan tinggi. Namun, masih banyak mahasiswa yang gagal menyelesaikan studi sesuai masa studi ideal.
“Penelitian yang saya lakukan bertujuan untuk menganalisis dampak ketidakseimbangan kelas terhadap kinerja algoritma pembelajaran mesin dalam memprediksi kelulusan mahasiswa di Universitas Islam Riau,” ujarnya.
Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang kemudian diberi label ke dalam dua kelas, yakni lulus tepat waktu dan tidak lulus tepat waktu. pada tahap awal, komposisi data tersebut tidak seimbang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, peneliti menerapkan teknik Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE) pada tahap prapemrosesan data guna menyeimbangkan dataset.
Dalam penelitian ini, empat algoritma pembelajaran mesin dibandingkan, yakni Pohon keputusan (Decision Tree), Gaussian naive Bayes, K-Nearest Neighbors (KNN), dan Support Vector Machine (SVM).
“Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan setelah penerapan SMOTE, dengan seluruh model mencapai tingkat akurasi sekitar 99 persen,” jelasnya.
Akmar berharap, penelitian ini dapat membantu universitas melakukan intervensi dini terhadap mahasiswa yang berisiko mengalami keterlambatan kelulusan.
Keberhasilan Akmar ini semakin menegaskan komitmennya sebagai akademisi dalam mengembangkan keilmuan dan profesionalisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan UIR.







