Padang – Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) bersiap menyambut kedatangan wisatawan. Pencabutan status tanggap darurat bencana menjadi kabar baik bagi industri pariwisata di provinsi ini.
Akses jalan antar kabupaten/kota di Sumbar telah terhubung kembali. Tidak ada gangguan akses darat dari provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara.
Pegiat pariwisata sumbar, Muhammad Zuhrizul, optimistis wisatawan akan merasa nyaman berlibur di sumbar, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Banyak pilihan kawasan wisata di kabupaten/kota yang tidak terdampak,” ujarnya.Zuhrizul menyebutkan beberapa daerah yang memiliki daya tarik wisata dan tidak terdampak bencana, seperti Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Bukittinggi, Tanah Datar, 50 Kota, Sawahlunto, dan Sijunjung.
Kota Padang sendiri, lanjutnya, hanya terdampak di pinggiran kota. Sementara pusat kota tetap normal dan kondusif bagi wisatawan.
Akses jalan Sitinjau Lauik dan lembah Anai menuju Bukittinggi juga dilaporkan lancar setelah dibuka kembali. Pemerintah Provinsi dan TNI terus berupaya memberikan kenyamanan bagi pengendara.
“Kita berharap pemulihan terus berjalan di nagari-nagari yang terdampak,” kata Zuhrizul.
Ia menekankan pentingnya untuk tidak larut dalam situasi kebencanaan.Menurutnya, wisatawan tetap bisa menikmati liburan di Sumbar karena tidak semua daerah terdampak banjir bandang.
Zuhrizul berharap pariwisata Sumbar segera bangkit dan ekonomi kembali bertumbuh. “Matinya roda ekonomi juga menjadi bagian dari bencana itu sendiri,” pungkasnya.







