Tutup
TeknologiTelekomunikasi

Merah Putih 2 Jangkau Nusantara, Perkuat Komunikasi Pertahanan

175
×

Merah Putih 2 Jangkau Nusantara, Perkuat Komunikasi Pertahanan

Sebarkan artikel ini
indonesia-punya-senjata-baru-di-ruang-angkasa
Indonesia Punya Senjata Baru di Ruang Angkasa

Jakarta – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meluncurkan Satelit Merah Putih 2 untuk memperkuat sistem komunikasi nasional. Satelit ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk pertahanan dan keamanan negara.

Satelit Merah Putih 2 dirancang sebagai tulang punggung komunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, meliputi daratan, perairan, dan udara.

Dengan jangkauan luas, satelit ini didukung oleh lima gateway strategis yang berlokasi di Sabang, Lampung, Tarakan, Kupang, dan Jayapura. Hal ini bertujuan untuk menjamin kedaulatan dan keamanan sistem komunikasi pertahanan.

Dalam konteks pertahanan, Satelit Merah Putih 2 akan mendukung sistem Komando, kendali, Komunikasi, Intelijen, Pengintaian, dan Pengawasan (K4IPP).

Konektivitas satelit yang aman dan stabil memungkinkan sinkronisasi antar satuan dalam operasi gabungan. Selain itu, memperkuat jaringan antar pos komando, serta pertukaran data dan komunikasi secara real-time, termasuk integrasi dengan radar dan wahana udara nirawak.

Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menegaskan bahwa Satelit Merah Putih 2 adalah infrastruktur strategis nasional. Tujuannya adalah menghadirkan konektivitas yang aman, andal, dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mendukung penguatan sistem pertahanan nasional, khususnya dalam memastikan kesinambungan komunikasi di wilayah perbatasan, perairan, dan area strategis yang membutuhkan keandalan tinggi,” ujar Lukman.

Satelit Merah Putih 2 beroperasi di slot orbit 113 derajat Bujur Timur, yang merupakan milik Indonesia.Posisi orbit ini dinilai ideal karena berada di rentang tengah wilayah Indonesia.

Pengoperasian satelit ini sepenuhnya dilakukan oleh tenaga ahli Telkomsat dari stasiun Pengendali Satelit Utama Cibinong, Stasiun Pengendali Satelit Backup Banjarmasin, dan Stasiun Pengendali Transmisi Bogor. Hal ini menegaskan kemandirian nasional dalam pengelolaan infrastruktur strategis.

Dengan dukungan pita frekuensi C-Band dan Ku-Band, daya pancar satelit yang kuat, serta sensitivitas yang tinggi, Satelit Merah Putih 2 diharapkan menghadirkan efisiensi, layanan yang tahan cuaca, dan keandalan teknis yang optimal untuk kebutuhan komunikasi kritikal.